oleh

Kepsek SMP Negeri 2 Wawo; Imtak Sebagai Basis Penanaman Nilai Moral

Matarakyatmu | Bima,  – Keberhasilan suatu sekolah sangat ditentukan oleh keberhasilan pemimpinnya dalam mengelola elemen-elemen yang ada di ruang lingkup sekolah. Tenaga kependidikan, pendidik juga peserta didik.

Begitu pun dengan indeks pembanguna manusianya (IPM) yang ada. Sangat ditentukan oleh kebijakan-kebijakan yang diambil dan diterapkan oleh pemerintah daerah, guna membentuk serta memperbaiki mutu pendidikan ke arah yang lebih baik.

Kepala sekolah SMP Negeri 2 Wawo, Sri Hartati, S.Pd mengatakan, Gurulah yang memegang peran utama dalam membentuk juga membangun mental sekaligus karakter  para peserta didiknya.

Ditemui di ruanganya pada Sabtu, (03/02/2018), Sri menyambut baik beberapa program pendidikan yang diusung oleh pemerintah daerah guna meningkatkan standar dan mutu pendidikan yang ada di kabupaten Bima, khususnya dalam ruang lingkup sekolah. Yaitu dengan diadakanya pembinaan akhlakul karimah serta penanaman nilai-nilai karakter dan moral keagamaan melalui kegiatan imtak (Iman dan Takwa) sehari, yang diselenggarakan secara formal di sekolah tiap Jumat.

“Target dari kegiatan imtak ini adalah menumbuhkan karakter siswa yang berbasis pada penanaman nilai-nilai moral keagamaan, dan kegiatan ini sudah terlaksana dengan baik,” Ungkapnya.

Selain itu, Sri mengatakan bahwa, beberapa program tambahan dari sekolah sudah mulai dijalankan, seperti belajar kelompok, les olimpiade, les matematika, IPS, IPA dan kesenian.

“Kesenian di sini ada marawisnya, hadrah dan sanggar seni. Guru langsung yang ditunjuk untuk melatih dan menangani. Untuk peningkatan mutu guru sendiri, kami menyelenggarakan MBMP satu kali per minggu per mata pelajarannya. Untuk keseluruhan, diadakan satu kali dalam satu semester,” tambahnya.

Ditanya mengenai kasus pembunuhan guru SMA di Sampang oleh peserta didiknya sendiri (02/02/2018) kemarin, Sri mengaku begitu prihatin atas kasus yang menimpa guru kesenian tersebut.

“Ini sangat negatif dan hal paling buruk yang pernah terjadi. Dunia pendidikan seakan tercoreng. Peserta didik tidak lagi memiliki moral dan karakter yang baik dalam dirinya,” Ungkapnya sembari berharap, semoga program-program pelaksanaan pendidikan yang diusung oleh pemerintah daerah di kabupaten Bima bisa terus ditingkat.
(Irna)

Komentar

News Feed