oleh

Sembilan Strategi Penangkapan Danny Pomanto

Matarakyat| Walikota Makassar Danny Pomanto, merupakan bakal maju ke dua kalinya sebagai calon Wali Kota Makassar dan hasil elektabilitasnya tertinggi saat ini.

Jika pemilihan digelar hari ini, sesuai survei, sudah dipastikan Danny adalah pemenangnya. Namun Wali Kota petahana itu harus menghadapi beberapa masalah hukum yang baru-baru ini membelit bawahannya.

Seperti Tertangkapnya Erwin Haiya, lalu menyusul beberapa tersangka lainnya sehingga pemerintahan kota makassar sekarang lagi goyah bagaikan diterpa badai.

Bahkan sudah menjadi perbincangan hangat warga makassar belum lagi issu beredar dimedsos skenario pengkapan Danny Pomanto seperti yang dkutip dari Artikel Kompasiana judul  Skenario Penangkapan Danny Pomanto dijelaskan Korps penegak hukum dapat tiba-tiba datang dengan besi borgol yang masih dingin. Atau “mengundang” Danny Pomanto datang untuk dikenakan baju rompi warna merah-hati dengan border kuning, yang masih hangat dan rapi usai diseterika.

Jika merujuk pada jadwal politik yang ada, tanggal 12 Februari adalah saat bakal kontestan Pilkada Serentak 2018 bakal ditetapkan oleh KPU masing-masing daerah. Di KPU Makassar pada tanggal 12 itu, pasangan Danny Pomanto dan Indira Mulyasari, serta Munafri Arifuddin dan Rachmatika Dewi akan ditetapkan menjadi calon walikota dan calon wakil walikota Makassar pada Pilkada Kota Makassar 2018. Hanya ada dua kontestan itu.

Dalam ketentuan yang berlaku, status calon kepala daerah itu memiliki beberapa keistimewaan. Salah satunya adalah tindakan beracara terhadap perkara hukum calon kepala daerah, ditangguhkan (ditunda) hingga selesai tahapan pilkada. Karena itu, penegak hukum diminta tidak melakukan tindakan hukum kepada calon kepala daerah seperti pemeriksaan, penetapan tersangka, penahanan, atau penangkapan.

Oleh karena itu, penahanan atau penangkapan terhadap Danny Pomanto sebelum tanggal 12 Februari adalah hal yang niscaya, harus terjadi. Benar atau tidak benar tindakan hukum penahanan atau penangkapan Danny Pomanto tersebut, bersalah atau tidak bersalah Danny Pomanto, bukan itu tujuan penindakan hukum ini.

Apa pun itu, tidak ada hal yang menarik soal Danny Pomanto menjadi tersangka, ditangkap atau ditahan. Yang relatif penting dan menarik adalah bagaimana skenario penangkapan Danny Pomanto yang bakal terjadi mulai hari ini, Kamis 1 Februari hingga tanggal 11 Februari 2018. Waktu yang tepat untuk menangkap atau menahan Danny Pomanto adalah hari ini, tanggal 1 Februari,atau tanggal 7 Februari. Memang ada perencanaan di tanggal 1 atau 7 Februari itu, tapi yang dimaksud di sini adalah saran tentang tanggal yang tepat, semacam hari baik.

Foto : Erwin Haiya

Berikut ini, ada sembilan skenario yang sudah ada untuk menangkap Danny Pomanto, antara tanggal 1 hingga 11 Februari. Bisa saja, dua hingga tiga skenario tersebut digunakan sekaligus atau secara bergiliran untuk menahan dan atau menangkap Danny Pomanto.

1. Erwin Haiya terpaksa mengakui bahwa dirinya pernah menyetor uang setoran ke Danny Pomanto sebagai rangkaian dari uang Rp 1 milyar. Pada hari itu juga, Danny Pomanto dipanggil secara tertulis untuk diperiksa sebagai saksi. Keesokan-harinya (pagi hari), Danny Pomanto ditetapkan sebagai tersangka. Siang hari, Danny Pomanto diperiksa sebagai tersangka. Lewat pukul 12 malam, Danny Pomanto ditahan, ditempatkan di sel yang berbeda dengan Erwin Haiya.

2. Gani Sirman diperiksa kembali dan terpaksa menyebut keterlibatan Danny Pomanto dalam pengaturan. Hari itu, Danny ditetapkan sebagai tersangka. Keesokan hari Danny Pomanto diperiksa sebagai tersangka dalam kasus tersangka Gani Sirman. Lewat satu menit jam 12 malam setelah diperiksa sebagai tersangka, Danny Pomanto ditahan.

3. Suatu saat, Danny Pomanto secara tidak sengaja menyetir mobil atau motor roda dua di suatu tempat. Saat sedang menyetir itu, seorang tertabrak oleh kendaraan yang sedang disetir Danny Pomanto. Orang yang tertabrak tadi ini meniggal seketika di tempat kejadian perkara (TKP). Danny Pomanto langsung digelandang untuk ditahan.

4. Dua orang atau lebih, terlibat perkelahian di sekitar Jalan Amirullah, seputar rumah kediaman pribadi Danny Pomanto. Seorang dari mereka yang terlibat itu melarikan diri bersembunyi di rumah Danny Pomanto. Entah apa yang terjadi dalam rumah itu, yang melarikan diri akhirnya tewas di rumah Danny Pomanto. Danny Pomanto selaku pemilik rumah dipanggil untuk diperiksa. Setelah diperiksa, Danny Pomanto ditahan.

5. Saban waktu, Danny Pomanto sedang di suatu rumah makan atau restoran. Seseorang tiba mengata-katai dengan kasar Danny Pomanto sambil meludahinya. Pelaku akhirnya luka parah akibat perbuatannya itu, entah akibat dikeroyok atau diserang sik oleh Danny Pomanto. Korban dilarikan ke UGD/IGD. Karena Danny Pomanto ada di lokasi, maka Danny pun diperiksa di kantor petugas terdekat. Korban pengeroyokan melaporkan Danny Pomanto tidak lama setelah kejadian itu. Danny pomanto pun dikejar dan lalu ditangkap.

6. Suatu saat, Danny Pomanto sedang berada di tempat umum. Akibat keberadaan Danny itu, seorang perempuan mendatanginya dan mengumpat secara kasar. Tidak puas dengan itu, perempuan tersebut melaporkan Danny Pomanto ke petugas keamanan dengan dalih bahwa dirinya menjadi korban pelecehan seksual dari perbuatan Danny Pomanto. Danny Pomanto pun ditahan akibat perbuatan yang dituduhkan itu.

7. Rumah Danny Pomanto di Jalan Amirullah digeledah untuk mendapat barang bukti narkoba. Entah apa yang terjadi, beberapa jenis Narkoba dalam jumlah banyak ditemukan di rumah tersebut, termasuk di kamar tidur pribadi Danny Pomanto. Selain itu, ditemukan juga uang puluhan milyar rupiah, dimana Danny Pomanto tidak bisa menjelaskan ikhwal uang puluhan milyar itu. Atas dua hal ini, Danny Pomanto diperiksa dan lalu ditahan.

8. Danny Pomanto diperiksa terkait responnya di media-media seputar penetapan Erwin Haiya sebagai tersangka yang disusul penahanan. Danny dianggap tidak menghormati lembaga penegak hukum dan dianggap melakukan pencemaran nama baik, diduga melanggar UU ITE. Dalam tempo singkat, Danny Pomanto pun ditahan.

9. Danny Pomanto dianggap menghalang-halangi penyidikan Erwin Haiya (obstruction of justice) karena tidak berusaha mencari alternatif supaya tidak terjadi keributan di balaikota akibat penahanan Erwin Haiya. Atas hal tersebut, Danny Pomanto ditahan seperti yang dialami Fredrik Yunadi dalam kasus e-KTP Setya Novanto.

Terhadap sembilan skenario yang sudah ada di atas, sebaiknya Danny Pomanto menyiapkan fisik dan mental. Senantiasa meminta perlindungan kepada Tuhan. Jangan percaya pada apa pun dan kepada siapa pun hingga tanggal 11 Februari waktu pukul 23:55 berlalu.

Pada akhirnya, penegak hukumlah yang selalu menang. Karena itu, perjuangan Danny Pomanto untuk melintas dari tanggal 11 Februari ini hanyalah proses menunda kekalahan. Kata Chairil Anwar, hidup hanya menunda kekalahan.

Mungkin saja bagi Danny Pomanto, menanti ajal kematiannya adalah hal mengerikan. Tapi Danny Pomanto menanti malapetakannya dari taggal 1- 11 Februari 2018, adalah hal yang jauh lebih mengerikan daripada menanti ajal kematian di atas.

Secara terpisah Koordiantor Aliansi LSM dan Mahasiswa, Ismail menanggapai berbagai isu pilkada makassar yang menyeret pejabat pemkot makassar menjelaskan, ” Tentunya penegak hukum tidak semudah itu menjerat seseorang tanpa didasari bukti. Jadi kita seharusnya mendukung langkah kepolisian dalam mengungkap kasus korupsi yang terjadi di Makassar.

Disinilah masyarakat dapat menilai kinerja aparat penegak hukum tanpa pandang bulu berani menggeledah kontor pemkot Makassar dan berhasil mendapatkan bukti uang 1 Milliar dari ruangan Erwin Haiyaari dan tentunya pihak penegak hukum bekerja keras untuk dapat mengungkap dana tersebut akan diserahkan kemana.

Sebagai warga makassar kita percayakan kepada aparat penegak hukum proses ini, jangan kita sangkut pautkan dengan politik.

” Masyarakat sudah cerdas dalam hal memilih informasi yang mana benar dan mana yang HOAX. “ungkapnya (*)

Komentar

News Feed