oleh

Begini Penjelasan Kapolres Gowa Tepis Tuntutan Demonstran

-Daerah-1.541 views

GOWA | Menanggapi aksi massa yang demo di Fly Over Makassar menuntut dirinya dicopot dari jabatan Kapolres Gowa, mendapat tanggapan AKBP Shinto Silitonga.

Kepada sejumlah jurnalis, Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga menyampaikan kronologis kejadian yang mengakibatkan Syamsul Alam meregang nyawa dengan menjelaskan bila Syamsul Alam adalah pelaku curanmor di Bajeng pada 8 Desember 2017 dengan mencuri sepeda motor jenis kawasaki ninja DD 6211 NV milik Irwan.

 

Selain itu, pelaku saat ditangkap mengaku sudah dua kali melakukan aksi curanmor dan saat ditangkap mengaku berumur 18 tahun.

 

“Guna pengembangan jaringan maka pelaku dibawa oleh kapolsek beserta anggota namun pada saat berada di kampung Timpopo Kec Bajeng pelaku mendorong Brigadir Munandar dan melarikan diri sehingga dilakukan tindakan tegas kepolisian berupa tembakan ke udara dan tembakan kearah pelaku,” ujar penggagas tim anti bandit ini.

 

Lanjut dikatakan, sesaat setelah penembakan Kapolsek bersama anggota segera membawa pelaku ke RS Bhayangkara namun nyawa pelaku tidak tertolong.

 

“Tidak ada niat Polsek untuk melakukan tindakan tegas kepolisian namun semata mata didorong oleh kondisi situasional yg terjadi saat itu,” tegas mantan Kasat Serse Polrestabes Surabaya.

 

Lebih jauh Shinto memaparkan Polres Gowa telah menerima pengaduan dari orang tua pelaku dan telah memerintahkan Propam Polres Gowa untuk melakukan rangkaian penyelidikan untuk mengumpulkan fakta fakta peristiwa yang dilaporkan saat ini

Diakhir keterangannya, Polres Gowa tidak akan mentolelir personilnya yang tidak prosedural dalam penggunaan senpi namun hal ini akan didasarkan pada temuan hasil lidik seksi propam Polres Gowa

“Polres gowa senantiasa menerima para pihak untuk berkomunikasi dan berdiskusi tentang permasalahan ini, paparnya. (ifa)

Komentar

News Feed