oleh

Baznas Intens Adakan Sosialisasi Perda Zakat, Ini Tujuannya

-Daerah-2.460 views

Bone | Setelah terbentuknya Komisioner BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) Kabupaten Bone oleh Pemerintah Daerah’ rencana program 2018 akan segera di implementasikan ‘termasuk mengadakan sosialisasi kemasyarakat tentang keberadaan Baznas terkait pengelolaan zakat’

dimana hal ini akan dibuatkan suatu regulasi berbentuk peraturan daerah yang mengatur perda Zakat’ lingkup ASN secara khusus (Zakat profesi )dan masyarakat pada umumnya yang wajib mengeluarkan zakat hartanya.

Baznas di bentuk berdasarkan UU No 23 tahun 2011 pada pasal 5 ayat 1 dan 3 berbunyi untuk melaksanakan pengelolaan Zakat pemerintah membentuk Badan amil zakat nasional yang merupakan lembaga pemerintah non struktural bersifat mandiri dan bertanggung jawab pada presiden melalui menteri.

‘bahkan rencana pemerintah Kabupaten Bone baik Eksekutif dan legislatif akan menelorkan perda Zakat ‘ sesuai aturan .

“hal ini sementara dalam tahap proses” ucap H. Zainal ketua Baznas Bone, “Alhamdulilah sudah ada kekuatan hukum yang akan mendasari pemotongan sebagian gaji ASN untuk di keluarkan zakat nya, melalui peraturan Daerah yang di atur dalam UU, maka Zakat profesi akan di realisasikan.

Matarakyatku’com menyambangi Haji Zainal di ruang kerjanya’ katanya” program 2018 lebih intens dilakukan sosialisasi ‘ kepada ASN, mengenai pemotongan gaji mereka untuk dikeluarkan zakat hartanya”. Selasa (6/2)

lanjut, “apakah nantinya mereka ikhlas di potong Gajinya ataupun tidak ‘tergantung dari personnya ‘kami dari pihak Baznas tidak memaksakan ‘tergantung mereka saja bagaimana keputusannya’ yang jelasnya kami melaksanakan tupoksi sebagaimana mestinya ‘nah dengan mengadakan sosialisasi”.

maka hal ini dapat di pahami ‘ secara global ,tegasnya, termasuk UPZ(unit pengumpul Zakat)akan di bentuk sampai kebawah mulai tingkat kecamatan dan Desa.

“mudah-mudahan ini bisa terwujud, bayangkan saja kalau semua pegawai negri mengeluarkan zakat berapa uang bisa terkumpul untuk di salurkan lagi kepada yang berhak menerima zakat’ seperti kaum duafa, fakir miskin, anak yatim dan para korban bencana alam”

“saya yakin pegawai tidak keberatan gajinya di potong
untuk berzakat karena zakat merupakan perintah dari Allah swt Sesuai Qu’ran dan hadist. Ini soal akhirat..mereka yang berzakat akan diganjar Pahala dari sang khalik’Pungkasnya”.

Selain itu rencana dalam waktu dekat ini kita akan adakan pertemuan semua guru mengaji dan imam desa sekabupaten Bone

“Jumlah guru mengaji 3554 dan imam desa 372 orang apabila pengelolaan zakat berjalan efektif kami nantinya akan menambah insentif guru ngaji, mereka di beri insentif 500 ribu pertahun. Oleh pemda lewat APBD II”. mbuhnya.

Liputan : Ani hasan

Komentar

News Feed