oleh

KPK Menutup Potensi Korupsi di NTT, Begini Kata Andreas Hugo

Jakarta | Ungkapan rasa syukur partai PDI Perjuangan atas tindakan yang diambil oleh KPK menangkap Marianus Sae untuk memberantas korupsi di Negeri Pertiwi.

Hal tersebut disampaikan oleh ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo, langkah yang di ambil KPK merupakan cara untuk menutup potensi korupsi di NTT.

Marianus yang masih menjabat sebagai Bupati Ngada ditangkap sebelum ditetapkan sebagai calon gubernur.

“Akan lebih buruk situasinya apabila beliau sudah ditetapkan menjadi Cagub atau bahkan terpilih dan kemudian melakukan korupsi. Karena akan lebih menyusahkan rakyat NTT kedepannya,” kata Andreas Senin, (12/2/ 2018).

PDI Perjuangan, terang Andreas, menghendaki pemimpin atau kepala daerah yang bersih. Mereka yang diusung harus menciptakan pemerintahan dengan prinsip good and clean governance.

PDI Perjuangan juga segera mengecek status keanggotaan partai Marianus. PDI Perjuangan perlu memastikan KTA Marianus sah.

Diketahui Marianus sebelumnya merupakan bekas politikus PAN. Ia mendaftarkan diri ke PDI Perjuangan dengan kapasitas bakal calon gubernur usungan PKB. Ia dipasangkan dengan Emi Nomleni yang merupakan kader PDI Perjuangan.

Dukungan terhadap Marianus pun dicabut. Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan tak ada toleransi bagi koruptor

Hasto menjelaskan, cawagub Marianus, Emi Nomleni merupakan kader senior partai dan satu-satunya perempuan. Sedangkan Marianus masih baru sebagai kader. Kroscek soal keanggotaan pun dianggap perlu.

“Dan ada indikasi (Marianus memiliki) keanggotaan ganda. Partai bersikap tegas dan tidak akan melanjutkan dukungan kepada yang bersangkutan,” tegas Hasto pada kesempatan berbeda.

Liputan : Ifan

Komentar

News Feed