oleh

Ayah Bejat Perkosa Anak Tiri Hingga Melahirkan

Bagaikan pagar makan tanaman, itulah ungkapan yang menggambarkan aksi bejat yang dilakukan SR (23) yang tega memperkosa anak tirinya Bunga buka nama asli (14) selama dua (2) tahun. Bunga merupakan warga kelurahan Laikang, kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba

Bunga diperkosa hingga hamil. Atas perbuatan tersangka, sehingga korban harus menanggung malu bercampur rasa sakit yang luar biasa saat melahirkan anak dari ayah tirinya di Makassar.

Aksi bejatnya tersebut baru terungkap pasca korban melahirkan di rumah kerabatnya di Jl Andi Tonro, Kelurahan Pabbaeng-baeng, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.

Hal itu disampaikan oleh paman korban, Asmar kepada media saat melaporkan kejadian tersebut di Mapolres Bulukumba, Rabu (14/2/2018).

“Saya juga baru tahu pas dia (Bunga) melahirkan. Disitu kita suruh dia jujur sebut siapa yang hamili, dan dia menceritakan semuanya,” kata Asmar.

Menurut Asmar, pelaku telah melancarkan aksinya selama dua tahun lalu, ketika itu Bunga masih berumur 12 tahun, aksi bejatnya itu dilakukan jika ibu kandung korban sedang berada diluar rumah atau ke pasar dan korban diancam akan dibunuh oleh pelaku, jika membeberkan aksi bejatnya tersebut.

Menurut Bunga, sebelumnya ibunya sempat menanyakan kelainan yang terlihat dari anak wanitanya itu yang sering mual, namun Bunga enggan berbicara jujur karena takut dengan ancaman ayah tirinya tersebut.

“Awalnya saya ditanya, tapi saya bilang ada yang perkosa mengenakan topeng. Namun lama kelamaan akhirnya saya jujur kalau yang perkosa adalah ayah tiri saya,” kata Bunga saat diambil keterangannya di Mapolres Bulukumba.

Namun karena tidak ingin malu, akhirnya ibu korban berinisial IR membawa sang anak ke rumah kerabatnya di Makassar sejak November 2017 lalu.

Hingga akhirnya mencuat pasca Bunga melahirkan anak lelakinya yang kini berusia 11 hari.

Dilangsir rakyatsulawesi.co.id, Saat ini kasus tersebut telah ditangani oleh Polres Bulukumba dan rencananya bakal dilakukan penangkapan terhadap pelaku untuk dimintai keterangan. (*)

Komentar

News Feed