oleh

Novel Pulang Presiden Warning Polri

JAKARTA | Penyidik senior KPK dikabarkan akan kembali ke tanah air setelah menjalani perawatan intensif beberapa bulan di Singapura pasca penyiraman air keras ke muka mantan polisi ini.

Hingga kini kasus teror atas Novel Baswedan masih terus diselimuti kabut tebal penyelesaian kasusnya.  Polisi telah bekerja maksimal mengungkap dengan pengejar pelaku tapi belum membuahkan hasil.

Beberapa pihak merasa perihatin dan kecewa kasus ini lambat terungkap bahkan beberapa waktu lalu Novel menyebut ada perwira tinggi Polri ikut berperan di kasus yang membuat salah satu organ vital Novel tidak berfungsi.

Terakhir Presiden Joko Widodo ikut geram atas keterlambatan pengungkapan kasus Novel ini.  Presiden Joko Widodo masih menunggu laporan penyelidikan Polri atas kasus penyiraman air keras kepada Penyidik KPK Novel Baswedan.

Jokowi menegaskan akan mengambil langkah jika penyelidikan Polri tidak menemukan titik terang.

“Kami kejar terus Polri. Kalau Polri sudah angkat tangan baru kami mulai step yang lain,” ujar Jokowi di Istana Negara, Selasa (20/2).

Pernyataan Jokowi itu menyikapi belum ditemukannya pelaku penyiraman air keras terhadap Novel hingga kini. Padahal, penyelidikan kasus ini telah dimulai sejak April 2017.

Keluarga Novel juga terus meminta Jokowi membentuk tim independen pencari fakta untuk menyelesaikan perkara tersebut.

Selain itu, Jokowi menyambut baik kepulangan Novel Baswedan ke Indonesia setelah menjalani perawatan di Singapura.

“Bersyukur alhamdulillah Pak Novel sudah sembuh dan kembali ke tanah air. Kalau nanti bisa bekerja dan kembali ke KPK ya patut disyukuri,” ucap mantan Wali Kota Solo ini.

Rencananya, Novel Baswedan akan pulang ke Indonesia, Kamis (22/2) setelah 10 bulan lebih berada di Singapura. (nl)

Komentar

News Feed