oleh

Harga Beras Tetap Tinggi, Masyarakat Harus Melakukan Ini

Jakarta | Harga beras tetap tinggi usai operasi pasar dan kebijakan impor Pemerintah, Anggota Komisi IV dari Fraksi PDI Perjuangan, Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan, masyarakat harus ikut serta melakukan pengawasan terhadap penjualan beras di pasar.

“Tangan pemerintah saja tidak cukup menyelesaikannya. masyarakat harus ikut serta melakukan pengawasan terhadap penjualan beras di pasar,” kata Agustina saat dihubungi di Jakarta, Kamis, (22/2/2018).

Diketahui, Harga rata-rata gabah dan beras di pasaran masih berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Hal tersebut menyebabkan serapan gabah oleh Perum Bulog masih relatif minim, yakni baru sekitar 0,65% atau 17.694 ton setara beras, masih jauh dari target penyerapan pada tahun ini sebesar 2,7 juta ton.

“Harga beras di pasar-pasar tetap berada pada posisi tinggi. beras medium bs mencapai 11 ribu lebih. sementara harga eceran tertinggi (HET) yang tetapkan pemerintah yakni beras medium hanya 9.450,” terang Agustina.

Tambah Agustina, situasi yang seharusnya menjadi pendorong turunnya harga beras dipasar adalah Panen. Sebab, secara otomatis pedagang besar akan melakukan pergantian stock gudang, dengan menjual stoknya ke pasar yang berakibat turunnya harga beras namun beberapa daerah menurutnya mengalami kegagalan panen.

“Panen sebenarnya menjadi pendorong utama harga turun. penyebab harga gabah dan beras yang sampai saat ini mahal itu diakibatkan cuaca buruk dan masa panen raya yang belum merata,” tutur Agustina.

Namun menurut Politisi PDI Perjuangan ini, Untuk mengatasinya kini pihak Bulog telah menyesuaikan harga beli beras dengan di pasaran agar pasokan beras untuk bantuan sosial (Rastra) dalam dua bulan ke depan bisa terpenuhi.

“Sekarang Bulog secara rutin melakukan pembagian ranstra dan naksos, Operasi pasar juga telah banyak dilakukan Bulog, Beras import sudah masuk pasar sehigga harga beras turun,”.

“Oleh sebab itu, saya mengajak seluruh komponen masyarakat mari sama-sama kita bantu pengawasannya,” ungkap Agustina.

Liputan : Ifan

Komentar

News Feed