oleh

Bandung Meradang 1.000 Rumah Tergenang

BANDUNG | Intensitas tinggi curah hujan selama dua hari terakhir membuat kita Bandung meradang.  Aktifitas warga di Tujuh kecamatan mandek akibat banjir dan hampir 1.000 rumah tergenang (23/2).

Banjir disebabkan intensitas hujan cukup tinggi disertai angin kencang selama dua hari terakhir seiring itu meningkat pula debit air Sungai Citarum. Ketinggian air mencapai 200 cm.

Kejadian tersebut dari data awal yang masuk saat ini ada 9.938 rumah tergenang, sebanyak 29.814 jiwa terdampak banjir, dan 10 gedung sekolah dan 27 tempat ibadah tergenang.

Banjir juga membuat arus lalu lintas penghubung dari Andir ke Katapang, Dayeuhkolot ke Banjaran, Dayeuhkolot ke Ciparay dan dari Majalaya ke Rancaekek saat ini lumpuh total tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda 2 dan 4.

Kini,  satu-satunya akses jalan yang bisa dipergunakan BPBD Kabupaten Bandung untuk mengerahkan semua potensi yang ada baik SDM maupun peralatan yang diprakarsai  petugas TNI/Polri, Satpol PP, Dishub, Basarnas dan para relawan yang sudah ada di lapangan.

Alat-alat berat seperti beko, loader dan peralatan lainnya, perahu karet, tenda, toilet mobile juga sudah diturunkan. Logistik dari dinas sosial untuk bantuan makanan dan dapur umum.

BPBD juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada mengingat cuaca yang sampai dengan saat ini masih cukup ekstrim. Memungjunkan terjadi banjir susulan,  longsor dan angin puting beliung

“Kami mengimbau agar seluruh masyarakat Kabupaten Bandung selalu waspada terhadap kemungkinan bahaya banjir, longsor dan angin puting beliung,” ujarnya.

Komentar

News Feed