oleh

Budiman ; Polisi Segera Bongkar Rekayasa Hoax ke-Pemuka Agama

Jakarta | Polisi kantongi nama perekayasa hoax soal kekerasan ke pemuka agama, Politisi PDI Perjuangan yang juga Anggota Komisi II DPR RI, Budiman Sudjadmiko mengatakan segera bongkar dan tangkap.

“Segera bongkar dan tangkap. Mereka yang tak dewasa berpolitik selalu saja membuat gaduh. si pecundang yang biasa ngunyah dogma mentah-mentah tanpa bumbu,” kata Budiman Sudjatmiko dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jum’at (23/2/2018).

Menurut Budiman, perekayasa dan penyebaran hoax itu dilakukan oleh mereka yang nyari duit di poltik, aslinya bermental pemalas cuma modal ngomong, padahal mereka jika bekerja real mereka nggak mampu. Jadi kerjanya, mengadu domba, bikin suasana gaduh. Tambahnya, ini tidak bisa dibiarkan guna menciptakan suasana politik sehat dalam menghormati dan menjunjung demokrasi.

“Aku mikirnya berpotik itu mulia namun sekarang terbalik berpolitik dimaknai sebagai alat menyedot duit,” sindir Budiman.

Ia menilai, semakin rajin pemenang yang jujur membersihkan lumpur, semakin bersemangat si pecundang yang dengki mengotori lantai dengan macam-macam kotoran baru dan bau. itulah fakta yang kita saksikan dewasa ini, tegas Budiman.

“Sebagian besar dari orang-orang ini dulu latihan berpolitiknya dalam tradisi seperti itu. Kekuasaan bukan sebagai kendaraan bagi ide-ide politik tapi sebagai alat penyedot duit,” tandasnya.

Tambah Budiman, Politik fitnah memaksa semua pihak untuk membersihkan lantai yang dikotori lumpur. Bahkan yang menangpun kerjanya membersihkan lumpur itu. Tak ada waktu untuk mengecat dan menata ruang supaya nyaman hingga tak terasa Lima tahun berakhir. yang rugi rakyat, yang pro pemerintah maupun yang kontra.

“Negeri sebesar ini jangan habiskan waktu berdrama. Karena dalam drama, tangis dan tawamu palsu. Pada sebuah bangsa, Cuma ada dua drama yang tangis dan tawanya sejati: saat perang dan revolusi. Kita sekarang masa bekerja,” tutur Budiman.

Namun, sekarang inisiotor atau pelaku utama dari penyebar, pemfitnah, tukang adu domba itu akan terbongkar, Budiman menilai, mereka akan dibuat tenggelam oleh idenya sendiri, Bom waktu yang mereka pasang.

“Sungguh Ironis, mereka memasangnya terlalu banyak dan dibanyak tempat sehingga tak tersedia satu petak aman untuk singgasana mereka dan benalu-benalu ikutannya,” ungkapnya.

Diketahui, hingga saat ini, Polisi telah mengantongi identitas sejumlah akun penyebar kabar bohong atau hoax mengenai kekerasan terhadap sejumlah pemuka agama. Polri telah mengelompokkan para aktor penggoreng isu penyerangan terhadap pemuka agama di media sosial menjadi dua, pertama yang mencuatkan kabar bohong soal penculikan ulama, guru mengaji dan muadzin; dan kedua yang melakukan penghinaan terhadap tokoh agama.

“Jadi siap-siap saja jika masih terus menyebarkan hoax, fitnah, atau apapun yang melanggar norma seperti itu,” kata Politisi PDI Perjuangan ini.

Liputan : Ifan

Komentar

News Feed