oleh

Bahas Peningkatan Pelayanan Penyeberangan, Ini Upaya BPTD Wil. IV

KEPRI |  Pemerintah pusat bersama jajaran Pemerintah Riau dan Pemerintah Kepulauan Riau melaksanakan Rapat Koordinasi Teknis Penyelenggaraan Angkutan Penyeberangan yang berlangsung selama 2 hari bertempat di kota Batam Prov.Kepri, kemarin.

Kegiatan lintas instansi Penyelenggara Angkutan penyeberangi ini dilaksanakan dalam rangka peningkatan kinerja pelayanan penyeberangan, mengingat Kepulauan Riau 95 persen terdiri dari perairan dan salah satunya betetangga dengan negara singapore.

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Tanjung Pinang, Bambang sejalugus menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan berdiharap dapat menjadi solusi bagi Penyelengara penyeberangan.

“Tentu pertemuan yang seperti ini yang kita harapkan sebab dengan berkumpulnya stakeholder tentu berbagai permasalahan bisa diatasi dan harapan peningkatan kinerja pelayanan angkutan penyeberangan di kepulauan Riau bisa ditingkatkan aku Bambang.

Lanjut Bambang mengingatkan kalau kepri uji Khan 95 peran perairan, jadi hampir sebagian besar pola pergerakan masyarakat ditunjang dengan transportasi penyeberangan.

Sementara Kepala BPTD wilayah IV Kep. Riau, Ajie Panatagama mengakui bahwa salah satu tugas dan fungsi BPTD. dilahirkan oleh pemerintah adalah ujung tombak Perhuhungan Darat utamanya pelayanan penyebrangan.

Dikatakannya,  salah satu tugas kami adalah pengelola dan penyelenggara Pelabuhan penyeberangan baik yang bersifat komersial maupun non komersial, olehnya salah satu tujuan ini tertuang rakornis ini guna menyamakan presepsi tetkait pelaksanaan pengoperasian pelabuhan penyeberangan serta mendalami fungsi masing-masing instasi yang bertugas di pelabuhan penyeberangan.
“Harapan utama dari Rakornis ini untuk memahami tugas pokok dan fungsi masing-masing instansi serta merumuskan sop yang akan dijalankan secara bersama-sama” ujarnya.

Sementara Nurhadi, Kasubdit Pelabuhan Penyeberangan Direktorat Jenderal Perhuhungan Darat menyebut baik upaya yang dilakukan oleh Ka. BPTD bersama stakeholder.  ” Kami apresiasi, kami ini kan mengurusi seluruh Indonesia jadi kalau teman teman di daerah intens melakukan koordinasi secara apik dalam memahami tugas dan fungsi masing-masing maka tentu beban tugas lebih ringan dan sinergitas dalam membangun pelayanan kepada masyarakat bisa terwujud aku Nurhadi dengan logat arek suroboyonya. Kan kita cuman 2 tugasnya dalam mengawal transportasi darat yaitu. peningkatan keselamatan transportasi darat dan pelayanan kepada masyarakat, Nurhadi menambahkan.

Pada Rakornis ini menghasilkan kesimpulan antara lain, SOP operasi pengangkutan barang didermaga penyeberangan dan. SOP perubahan jadwal operasi kapal kondisi, resettling jadwal keberangkatan semua dermaga di Riau-Keppri serta rencana giat ops wasdal ODOL didermaga punggur. Juga pembahasan roro Dumai – Malaka akan diangkat ditingkat pusat. (BVH)

Komentar

News Feed