oleh

Dirut RSUD Labuangbaji Laporkan Kasus Nurlina ke Komisi Akreditasi

MAKASSAR | Peristiwa cleaning service terjatuh dari lantai 3 blok perawatan Baji Kamase RSUD Labuang, tadi siang tadi (25/2) dinilai murni kecelakaan kerja.

Namun demikian banyak hal yang perlu disesalkan terutam pihak perusahaan tempat korban Nurlina (43) bekerja tak memiliki sedikit pun tanggungjawab.

korban saat di ruangan mayat (foto: ifa)

Nurlina, sejak tiga tahun lalu mulai mengadu nasib membantu keluarganya bersama suami kedua bernama Muhammad, pria asal Jeneponto dengan enam orang anak.

Bagi seorang dr Mappatoba, Dirut RS Labuangbaji menilai bila korban dikenal sebagai sosok familiar di lingkungan kerja. ” Tak jarang saya dan karyawan saling menyapa tiap ketemu, ” ujar dokter Toba, panggilan akrabnya.

Dijekaskan lagi, dirinya mengetahui kejadian jatuhnya Nurlina beberapa saat setelah kejadian dan langsung melaporkan ke gubernur. “Sudah saya laporkan ke gubernur kejadiaannya, kak, ” jelasnya ke matarakyatmu. com.

dr. Deny (ahli forensik) –foto:ifa)

Dokter Mappatoba yang mengantar awak media ini bersama Plt Kapolsek Mamajang, AKP Saharuddin ke TKP terletak dibagian belakang RSUD Labuangbaji dengan menggambarkan posisi ruangan. Di perwatan Baji Kamase. ” Lantai 3 tiga belum difungsikan walau telah rampung pembangunannya,” urainya.

Di lokasi ini pula sengaja ditutup bagi siapa saja dengan mengunci dua pintu menuju arah jatuhnya korban. “Saya belum mengetahui dari mana arah masuk hingga bisa naik ke lantai tiga, menuju bagian Timur gedung lokasi terjatuhnya almarhuma, ” kata mantan pejabat Dinas Kesehatan Sulsel ini.

Lebih jauh dijelaskan, saat kejadiaan korban berusaha dilakukan penyelamat dengan membawa ke ruang unit darurat namun jiwa bersangkutan tak bisa terselamatkan dengan luka cukup parah pada bagian belakang kepala.
Hingga kucuran darah masih terlihat saat tubuh bersangkutan berada di ruang mayat.

“Bagian kepala mengalami luka cukup parah akibat terjatuh dari tangga, ” ujar dr Denny, ahli forensik Polri menambahkan.

Menurut Danny jika kejadian ini adalah murni kecelakaan kerja dan tak ada unsur pidana. Walau demikian pihak kepolisian tetap dipersilakan melakukan penyelidikan.

Tidak seperti perusahaan tempat Nurlina bekeja, pihak RSUD Labuangbaji atas musibah ini akan memberikan bantuan ke keluarga korban sebagai wujud kepedulian sosial. “Saat kejadian dilaporkan ke gubernur maka diperintahkan memperhatikan dan memberikan bantuan ke keluarga korban. ” tambah dr Toba.

Hingga malam tadi, Kepolisian tetap menyelidiki kasus ini termasuk akan memanggil perusahaan yang memperjakan Nurlina dengan menitik beratkan ke SOP ke tenaga kontrak. “Iya, berkaitan keamanan dan keaelamatan kerja tenaga kontrak, ” ujar sumber di Mapolsek Mamajang.

Pihak manajemen RSUD Labuangbaji juga berencana melaporkan kejadian ini ke komisi akreditasi rumah sakit walau korban bukan pasien. “Segera dilaporkan, tambah dr Mappatoba lagi.  (Yudi)

Komentar

News Feed