oleh

Inilah Detik Terakhir Sebelum Nurlinda Tewas di RSUD Labuangbaji

MAKASSAR | Nurlinda, tenaga cleaning service yang terjatuh dari lantai tiga perawatan Baji Kamase Minggu (25/2) punya cerita haru sebelum dinyatakan tewas.

Sebelum bekerja sebagai cleaning service, Nurlinda bekerja berjeri lelah untuk memenuhi kebutuhan keluarganya dengan 3 anak dari dua kali perkawinan gagal diarunginya.

Anak sulung Nurlinda harus terpisah dengannya dan ikut bersama mantan suamunya di Kab. Mamasa.

Hingga satu saat, Nurlinda dipertemyja dengan Muhammad yang bertugas sebagai cleaning service di RSUD Labuangbaji. “Mereka berdua ketemu dan menikah,” ujar Rahmat Djaya, Kabag. Umum RSUD Labuangbaji. usai mengurus semua kebutuhan proses pemakaman Nurlinda.

Muhammad dan Nurlinda tetap menekuni pekerjaan masing-masing menjadi cleaning service dan pemulung hingga memiliki tiga irang anak.

Tiga tahun lalu berharap kondisi ekonomi keluarga lebih baik, Muhammad memilih merantau ke Manado sebagai buruh sementara Nurlinda menggantikannya sebagai cleaning service di Rumah Sakit tertua di Makassar yang berdiri sejak tahun 1939.

Nurlinda tetap diberi tanggungjawab mengurus tida buah hati hasil pernikahan dengan Muhammad yang nekat merantau mengadu nasib didaerah nyiur melambai.

Tak ada firasat buruk dialamatkan kepada Muhammad sebelum kabar duka diterima dari Makassar melalui pemilik kost di Jl. Bontoduri VII kota Makassar.

Berada di pelosok Sulawesi Utara dan harus menempuh perjalanan darat hingga empat jam ke bandara Sam Ratulangi, membuat gusar dengan amanah agar jasad isteri tercinta jangan di kebumikan tanpa kehadiranya.

Nurlinda adalah satu-satunya dari keluarga besarnya memilih keyakinan lain dan memeluk agama Islam. Dengan pertimbangan faham agama Islam yang harus menguburkan mayat dalam waktu tak terlalu lama jika tak ingin mendapatkan penyiksaan termasuk dosa yang akan dibebankan ke keluarga akibat menunda-nunda menguburkan Nurlinda, akhirnya Muhammad pasrah dan ikhlas dirinya tak menyaksikan isterinya terbujur kaku di ruang mayat, beruntung saat dikubur masih sempat memeluk dan mencium jasad yang telah pisah dari rohnya.

Anak sulung Nurlinda tak henti-henti memeluk tubuh ibunya dengan tangisan pilu anak yang berpisah sejak berumur empat tahun dan dioertemukan kembali ketika kematian lebih dulu menjempu ibu enam abak ini.

Cerita dari beberapa paramedis di RSUD Labuangbaji, Nurlinda sebelum meninggal sempat berujar saat membersihkan kaca salah satu ruangan jika hal ini dilakukan untuk terakhir kalinya. “Bu, ini terakhir kali mi saya bantu bersihkan kaca ta, ” ujar Rahmat Jaya menirukan perkataan Nurlinda setelah diberitahu gelagat akhir Nurlinda.

Bahkan usai membersihkan kaca kantor, Nurlinda menuju lantai tiga sambil melambaikan tangan beberapa kali ke paramedis yang tak menduga jika ini lambaian terakhirnya.

Dikabarkan saat menyapu di bagian belakang lantai tiga perawatan Baji Kamase, Nurlinda terpleset jatuh yang harus mengakhiri nafas dan pengabdiaannya pada keluarga. (wiwik)

Komentar

News Feed