oleh

2 Komisioner KPK Di Ujung Tanduk Gegara Setnov

JAKARTA |Sejumlah pihak meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengabaikan desakan publik untuk menghentikan penyidikan terhadap dugaan tindak pidana yang dilakukan dua pemimpin KPK Agus Rahardjo dan Saut Situmorang.

Salah satu adalah Ketua Harian Pengurus Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG) Mustafa M Radja mengatakan, Polri harus tetap melanjutkan proses penyidikan kasus yang bermula dari laporan tim kuasa hukum Ketua DPR RI Setya Novanto tersebut tanpa ragu-ragu.

“Tidak boleh ada kelompok lain yang katakan Polri harus menghentikan ini. Sepanjang ada bukti, kami dukung Polri untuk terus memproses,” kata Mustafa, di Markas Besar Polri beberapa hari lalu.

Merespon penyataan AMPG  Direktur Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal (Dirtipidum Bareskrim) Polri Brigadir Jenderal Herry Rudolf Nahak mengatakan, pihaknya telah mengantongi sejumlah nama ahli tambahan untuk penyidikan kasus dugaan pembuatan surat palsu dan penyalahgunaan wewenang dengan terlapor dua pemimpin KPK Agus Rahardjo dan Saut Situmorang.

Dia menolak membeberkan jumlah dan nama-nama ahli yang akan diminta keterangan tersebut. Herry pun memilih menyerahkan hal tersebut kepada anak buahnya. “Itu diserahkan ke penyidik,” ucap dia.

 

Lebih jauh, jenderal bintang satu itu menerangkan perihal langkah penyidik menerbitkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) bernomor B/263/XI/2017/Dittipidum pada Selasa (7/11) silam.

Menurutnya, langkah itu diperlukan untuk menilai lebih lanjut alat bukti yang telah ditemukan dalam tahap penyelidikan. Namun, dia menegaskan, alat bukti yang ditemukan dalam penyelidikan belum tentu dapat menjerat seseorang untuk menjadi tersangka.

“Setelah penyelidikan, kami mempunyai dua alat bukti baru sidik. (Tapi) dua alat bukti itu belum tentu bisa menjerat seseorang,” katanya.

Komentar

News Feed