oleh

15 Bulan Polisi Tak Mampu Ungkap Pembunuhan di Pinrang

PINRANG | Pembunuhan sadis dengan 23 tusukan di bagian dada kakek Marten, Kakek mantan Kabid Humas Polda Sulsel,  15 bulan lalu masih tetap diselimuti kabut tebal penyelesaiaan kasusnya. ada tanda tanda pengungkapan oleh pihak Kepolisian Resort Pinrang, hingga Minggu, 4- Maret 2018.

Pembunuhan sadis terjadi di Jalan Rusa , Kelurahan Macorawalie, Kabupaten Pinrang, dengan 23 tusukan , Rabu (4/1/2017) pagi.

Korban  juga kakek mantan Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Frans Barrung , hingga kini belum ada tanda-tanda keberhasilan penyidik mengungkap ciri-ciri terduga tersangka. Padahal dalam kasus ini sudah ada enam orang yang diambil keterangannya, termasuk putranya Agustinus yang pertama menemukan korban tergeletak dengan bersimbah darah.

Meski dalam proses penyelidikan ini juga diturunkan tim Polda dan diperkuat tim labfor,  hasilnya tetap ‘nihil’ sehingga publik wajar saja bertanya-tanya apakah penyelidikannya dihentikan ?

Polda Sulawesi Selatan , lewat Kabid Humasnya menyebut bila kasus pembunuhan tak pernah dihentikan penyidik tetap melakukan meski memerlukan cukup waktu agar dalam menetapkan terduga tersangka tepat dan benar, ” Masih dalam proses di Polres Pinrang,” sebut Kombes Pol Dicky, lewat WhatsApp-nya siang tadi.

Kapolres Pinrang, AKBP Adhi Purboyo, belum berhasil di konfirmasi, tapi setidaknya yakin bila saksi dari Papua (masi anak korban) sudah diambil keterngan penyidik Polres Pinrang baru akan mengambil kesimpulan. ” Sisa menunggu saksi anak korban yang ada di Papua,” katanya.

Sementara mantan Kapolres Pinrang, AKBP .Leo Joko Triwibowo, saat di TKP , setelah melayat ke anggota Bhayangkara yang meninggal di Leppangan, di TKP memang sudah meragukan bila kasus ini cepat terungkap karena kondisi di dalam rumah korban boleh dikatakan menyulitkan Lapfor , selain hanya ada beberapa petunjuk saja yang diambil petugas Labfor.
Sayang kasus ini belum terungkap AKBP Leo harus menjalani mutasi dan di gantikan oleh AKBP Adhi Purboyo, yang melanjutkan penyelidikan ini termasuk DPO Narkoba.

Seperti diberitakan sebelumnya, saat mantan Kapolres Pinrang, AKBP Leo  menghadiri pemakaman anggotanya di Leppangan (4/1/2017) tiba -tiba menerima telpon bila terjadi pembunuhan Maryen Minggu, kakek mantan Kabid Humas Polda Sulsel, Frans Barrung dengan 23 tusukan dibagian perutnya.

Begitu selesai penguburan langsung menuju TKP. Di wajah Leo, terlihat kekecewaan karena kondisi di TKP sudah tidak strill sehingga ada saja petunjuk yang terhapus. Sehingga kasus pembunuhan ini masih menyimpan misteri, lantaran pelaku pembunuhan belum diketahui identitasnya.

Meski dugaan sementara, motif pembunuhan adalah perampokan. Informasi yang dihimpun JNN saat itu di TKP , korban ditemukan pertama kali oleh anak lelakinya bernama Agustinus Minggu. Menurut penuturan Anti, tetangga Marten yang kerap membantu pekerjaan sehari-hari di rumah korban mengaku datang ke rumah Marten pada siang hari.

Tidak lama berselang, anak korban, Agustinus Minggu tiba di rumah untuk beristirahat makan siang. Agustinus kemudian bertanya kepada Anti tentang keberadaan bapaknya. Anti menjawab, mungkin lagi beristirahat di dalam kamarnya. Setelah mencari di kamarnya, korban tidak ditemukan. Agustinus kemudian menyisir satu persatu dan dia terkejut ketika menemukan ayahnya tewas dalam kondisi tragis di kamar belakang.

Di lokasi kejadian, petugas kepolisian menemukan sebuah sarung badik (Sajam) yang diduga milik pelaku. Uang korban Rp450 ribu ditemukan berserakan di lantai rumah.
Sebelum AKBP Leo termutasi, Leo masih sempat menerimah kunjunga mantan Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Frans Barrung, di ruang kerjanya, dan hingga termutasi tidak di ketahui apa hasil pertemuan tersebut hingga kasus ini belum terjawab. (JNN-NAS).

Ketgam : Humas

Komentar

News Feed