oleh

Hebat! Polisi Cokok Penipu Online

MAKASSAR | Tim Khusus Ditreskrim Polda Sulsel dan Jatanras Polda Meyro Jaja, mengakhiri aksi penipuan Tajuddin,  warga Belawa,  Kab.  Wajo,  Sulsel dengan modus hadiah online (3/3).

Tim dipimpin AKP Dwi Yanuar berhasil membongkar otak aksi penipuan melalui media online, Tajuddin yang dalam kontennya mencatut nama dan gambar pejabat negara.  Salah satunya adalah Kapolri Jenderal Tito untuk meyakinkan korban.

koModus operandi digunakan Tajuddin yaitu membuat puluhan blogspot yang berisi janji hadiah bagi yang mempunyai pin. Untuk meyakinkan Korban, pelaku mencantumkan nama serta foto Pejabat Negara Republik Indonesia.

Pelaku dengan memanfaatkan Aplikasi Friend Search For WhatsApp mencari nomor-nomor secara acak yang memakai aplikasi WA, Kemudian, mengirimkan pesan seolah penerima pesan mendapat hadiah.

Agar meyakinkan korban, dalam pesan tersebut ada tautan / link ke Blogspot yang sudah pelaku persiapkan. Dalam melaksanakan aksinya, pelaku dibantu oleh  Imran, kini masih dalam pengejaran.

Pada penangkapan Tajuddin,  polisi mengamankan Barang Bukti berupa ang tunai 5 juta, 5 Laptop dengan berbagai merk, 8 modem, 31 Handphone berbagai merk, 10 simcard diluar HP, 4 Kartu Atm BRI.

Setelah berhasil melakukan penangkapan tersebut, tim khusus Polda Sulsel,  mendapatkan informasi terkait kelompok lain yang diduga melakukan tindak pidana dengan modus serupa di dekat TKP pertama, hingga tim melakukan penindakan.

Pelaku yang diamankan pada TKP kedua adalah Asriyadi. warga Lautang, Kec. Belawa Kab Wajo Sulawesi Selatan. Modusnya dengan cara membuat iklan palsu menawarkan barang namun fiktif di wall facebook, kemudian meyakinkan para korban melalui chatting dengan aplikasi WA.

Ketika korban tergoda membeli barang via online, Mabrur,  rekan Asriyadi bertugas menarik hasil transferan dari ATM dan ikut ditangkap bersama Asriyadi.  Hanya saja,  otak dari penipuan ini bernama Ullah berhasil melarikan diri dan terus dirangsek petugas.

Polisi juga berhasil mengamankan Barang Bukti berupa 3 buah Laptop berbagai Merk, 3 buah dompet, 4 buku rekening, 4 buah kartu ATM BRI, 9 buah HP berbagai merk, 4 buah modem,1 flashdisk, 1 Router Wifi TPlink.

Menarik saat dilakukan interogasi oleh polisi. semua pelaku mengakui telah memgkonsumsi narkoba jenis shabu-shabu yang dibeli dari hasil penipuan. (has)

Komentar

News Feed