oleh

Menteri Pan-RB Bilang Begini, Tak Ada Lagi “Bilik Kecil” di Jembatan Timbang

JAKARTA | Upaya meningkatkan keselamatan dan pelayanan terus ditingkatkan Kementeriaan Pergubungan,  terutama praktek -praktek culas dalam pelayanan.  Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhuhungan Darat melaksanakan kegiatan Launching Sistem Aplikasi Sistem Pelayanan Bidang Transportasi Darat, di lokasi carfreeday (4/3).

Sistem yang dibangun ini bertujuan memberikan pelayanan kepada masyarakat dan pelaku bisnis untuk memenuhi kebutuhan bertransportasi sehari hari, mulai dari sistem e-Tickting, pelayanan perizinan sistem on line, dan E-Tilang.

Kedepan pelayanan terus kita tingkatkan seiring dengan kemajuan teknologi. kemajuan teknologi harus menjadi suatu sistem layanan yang efektif, efisien, akuntable dan transparan, ujar Budi Setiyadi dalam laporannya dihadapan Bapak menteri Perhubungan, Menteri PanRB dan para pejabat yang hadir.

Launching ini ditandai dengan penanda tanganan MOU antara Menteri Perhuhungan Budi Karya Sumadi dengan Dirut Utama BRI.

Layanan sistem aplikasi on line ini dimaksudkan untuk lebih memudahkan pelayanan kepada masyarakat. “Kedepan kita ingin lompatan yang tinggi, tidak lagi ribet mengurus izin, tilang, tiket, dan tentu dengan Gadget yang dimiliki masyarakat mampu menjangkau pelayanan dengan baik dan nyaman tanpa harus memakan waktu lama. Saatnya jaman spionam. Tidak adalagi Kamar kecil, korek api, pokoknya saat ini harus wow,” ujar Budi menambahkan.

Sementara itu Menpan RB menyambut baik kegiatan ini dan menjadi prestasi tersendiri bagi Kementerian Perhubungan dalam meningkatkan Aparatur dari sisi pelayanan yang menjadi konsen pemerintah saat ini.

Saya menyambut baik atas inovasi pelayanan publik. sekarang ini para pengusaha tidak boleh lagi direpotkan dengan pengurusan ijin , E-Tilang dan E-Tickecting. sistem Aplikasi yang dilaunching adalah terebosan baru dan saya apresiasi, tidak lagi direpotkan untuk mengurus surat tilang, tapi hanya nunggu di rumah dan diselesaikan melalui perbankan. Tidak ada lagi kamar kamar kecil di Jembatan timbang, dan pengusaha bisa memantau baik dari muatan sampai pada pelanggaran yang terjadi. Ujar Asman Abnur.

Lanjut Asman menambahkan bahwa untuk mendukung layanan ini tentu harus didukung dengan Aparatur yang handal, tidak ada lagi kita temukan Kepala Dinas berasal dari guru agama, karena hanya seorang tim sukses salah satu Bupati atau Gubernur, ujar Asman yang sangat konsen terhadap pembenahan aparatur di Bidang Perhubungan Darat.

Kalau melihat kebutuhan di daerah maka saat ini STTD harus menamatkan 1.000 alumni pertahun. Kami akan mendorong sekolah pendidikan untuk menjadi pola pembibitan yang tidak hanya digunakan oleh Kementerian Perhuhungan tapi semua instansi baik pemerintah maupun swasta yang membutuhkan, ujar Manpan RB.

Saat ini para aparatur harus berjiwa enterpreanuership dan berjiwa hospitility, jiwa melayani bukan lagi menjadi orang yang dilayani tapi memberikan pelayanan yang sebaik baiknya. (WT)

 

Komentar

News Feed