oleh

Perburu Babi Hutan Senapan Meledak di Dada

PANGKEP | Berniat memburu babi hutan Herman Lawi,  warga kampung Akkobang Desa Benteng,  Kec.  Segeri Kab.  Pangkep,  Sulsel,  harus merengang nyawa setelah menjadi korban peluru senapan angin jenis air force kaliber 4,5.  (5/3)

Kronologis kejadian berawal pada Senin  5 Maret 2018 sekitar pukul 19.30 wita, korban bersama Andi Baso Tanang menuju TKP dengan menggunakan sepeda motor untuk berburu babi hutan di dekat sawah milik  Nawir dan sebelum tiba di TKP keduanya singgah di rumah Ardi.

Selanjutnya saksi  Ardi memanggil Rahmat untuk bersama sama menuju TKP dan setelah tiba di rumah milik Nawir, korban dan para saksi sempat minum teh dan setelah itu para saksi dan korban menuju ke gubuk pengintaian yang jaraknya kurang lebih 20 meter dari rumh  Nawir.

Pada saat berjaga-jaga korban dan Andi Baso Tanang naik ke gubuk pengintaian dan setelah duduk,  Andi Baso Tanang mengambil senapannya yang dibawa oleh Ardi kemudian mengganti baterai dan memasukkan peluru.

Andi Baso Tanang menyimpan senapan tersebut di samping kirinya yang berdekatan dengan Korban dan selanjutnya Andi Baso Tanang turun dari gubuk pengintaian untuk bergabung dengan teman lain yang sebelumnya sudah berjaga di dekat gubuk.

Berselang beberapa menit kemudian terdengar suara yang disertai dengan suara korban yang memanggil dan meminta toling. “Tolong bantuka Puang Asi, ujar korban. Mendengar suara letusan dan panggilan korban maka Andi Baso Tanang langsung naik ke gubuk dan melihat korban terbaring sambil memeluk senapan angin dan laras senapan angin mengarah ke dada korban dan  Andi Baso Tonang bertanya, apakah kamu kena peluru dan korban menjawab bahwa mungkin saya kena.

Mendengar hal tersebut, Andi Baso Tanang memeriksa badan korban dan membuka jaket dan pada saat jaket korban dibuka, Andi Baso Tonang melihat darah pada bagian dada atas dan luka kecil dan berselang 10 menit kemudian korban meninggal dunia di TKP dan selanjutnya Andi Baso Tonang menghubungi anggota Polsek Segeri melalui HP dan melaporkan kejadian tersebut.

Selanjutnya para saksi melakukan evakuasi terhadap korban menuju jalan desa yang dekat dengan pemukiman warga dengan cara korban dibungkus dengan 2 lembar sarung yang dipikul dengan menggunakan batang kayu selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Baring dengan menggunakan ambulance dikawal Kapolsek Segeri IPTU Agus Mulyanto.

Hasil visum luar petugas RSUD Pangkep oleh Dr. Sitti Marwah bahwa korban mengalami luka robek pada dada bagian atas dengan ukuran P : 1/2, L : 1/2 dan kedalaman 2 cm dan untuk mengetahui secara pasti penyebab meninggalnya korban harus di lakukan autopsi. (has)

Komentar

News Feed