oleh

Tata Transportasi, Anis Harus Pakai Pola Ali Sadikin

JAKARTA | Pembangunan terminal tipe A, dan B, mulai dari perencanaan  hingga penentuan lokasinya, Pemda wajib berkoordinasi dengan Kemenhub. Hal itu dimaksudkan untuk disesuaikan dengan pola jaringan trayek bus AKAP atau AKDP, yang jenis layananya bersifat dari dan ke terminal luar kota.

Husain Umarjohar, Sekjen Ahli dan Praktisi Transportasi menjelaskan,  pola ini dimaksudkan untuk memudahkan petugas terminal memenejs tingkat kepadatan arus lalu lintas kedua jenis layanan bus tersebut di trayek yang dilayaninya. Tujuannya : Pertama, untuk menyehatkan persaingan usaha (PO).
Kedua, untuk meminimalisir tingkat kepadatan lalu lintas di ruas jalan yang merupakan route trayek yang dilayani kedua jenis layanan bus tsb.Ketiga, akses jalan masuk dan keluar dari terminal langsung ke jalan nasional atau jalan tol.

Lanjut dikatakan,  di era Gubernur Ali Sadikin, menempatkan 3 terminal bus AKAP, di DKI Jakarta. Yaitu :
1. Terminal bus Pulo Gadung, yang terletak di Jakarta Timur, khusus untuk melayani bus AKAP, yang datang dari arah utara/timur (Karawang, Subang, Indramayu, Cirebon, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
2, Terminal bus Kalideres, yang terletak di Jakarta Barat, khusus untuk melayai bus AKAP, yang datang dari arah barat (Propinsi Banten, dan Sumatera).
3. Terminal bus Cililitan, yang terletak di Jakarta Timur, khusus melayani bus AKAP, dari arah selatan (Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung, Tasik, Garut, dan Ciamis).

Sedang bus khusus melayani Jakarta-Bali, diberi dis pensasi berangkat dari dan ke pool bus ybs (KM 74 Th1993).
Gubernur Ali Sadikin, mengeluarkan Peraturan Gubernur, yang melarang bus AKAP melintas di dalam kota Jakarta. Kebijakan Ali Sadikin, itu benar-benar efektif untuk meminimalisir kemacatan lalu lintas di ruas jalan utama, yang disebabkan oleh bus AKAP yang berhenti berlama-lama (ngetem) menunggu penumpang, seperti di Slipi, Jakarta Pusat, dan di depan UKI, Jakarta timur. Sayangnya kebijakan Bang Ali, itu dihapus oleh penggantinya. Ketiga terminal tersebut, melayani bus AKAP dari semua arah.

Tidak heran, kata Husain,  jika sekarang ini bus dari timur melintas dalam kota Jakarta, menuju terminal Kalideres, atau ke terminal Rambutan, atau ke terminal Lebak Bulus, atau ke terminal Rawamangun, dengan alasan tuntutan dari sistem pelayanan di bidang jasa angkutan umum, khususnya nus AKAP.

Namun sesungguhnya Pemerintah DKI Jakarta, berburu PAD, melalui pemetikan retribusi dan jasa terminal (Peron). Jika Gubernur Anis, ingin sukses menata sistem layanan bus AKAP, di ibukota, cari dan temukan Peraturan Gubernur itu, berlakukan kembali. Sebelumnya berkoordinasi dengan Direktorat LLAJ, Ditjen Hubdat, Kemenhub.(ifa)

Komentar

News Feed