oleh

Ramlan Badawi Terus Difitnah Jelang Pilkada Mamasa 2018

-Daerah-2.090 views

MAMASA | Jelang Pilkada 2018 di Mamasa, incumbent H Ramlan Badawi akan menghadapi “Kotak kosong” namun realitasnya harus berhadapan dengan oknum-oknum ASN yang bergerilya memenangkan kotak kosong dwngan menyebar fitnah.

Salah satu kompetitor adalah Obed Negi Depparinding- Benyamin YD. Hanya saja, paket ini gagal memenuhi dukungan partai hingga harus terpental dari arena Pilkada di daerah asalnya, Akhirnya, KPU Mamasa menetapkan H.Ramlan Badawi-Marthinus Tiranda, calin tunggal melawan korak kosong.

Proses Pilkada Mamasa 2018 menghadirkan beberapa kejadian kontravesial yang melanggar ketentuan. Memenuhi ambisinya dicalonkan PDIP, ditengarai Benyamin telah memiliki kartu keanggotaan yang “Haram” dilakukan bagi seorang ASN.

“Keanggotaan Benyamin di PDI Oerjuangan perlu diusut dan jika terbukti, dirinya harus mendapat sanksu pemecatan sebagau aoaratur suoik negara,” ujar Rifai, Ketua Jaringan Inforamasi Masyarakat Transparansi (Jimat).

Hingga berita ini tayang belum diperoleh klarifikasi dari Benyamin ihwal kebenaran “Perlawanan” dirinya terhadap Ramlan Badawi melalui laskar kotak kosong dan keanggitaan  dirinya di PDI Perjuangan. Beberapa pihak berusaha dimintai nomor kontak pribadi bersangkutan. belum ditemukan.

Saat ini, lawan Ramlan Badawi juga terus meniupkan fitnah dengan menggemborkan beberapa kasus korupsi yang tak dilakukan dan tak dapat dibuktikan secara hukum. Diduga, otak penyebar fitnah ini termasuk oknum yang ikut mengangkangi beberapa proyek di Mamasa sehingga patut ditelisik aparat hukum.

Proyek dimaksud seperti pematangan lahan dan pembangunan tiga pasar di Mamasa yang dikerja asal jadi dan proses lelang dimanipulasi. Selain itu, pembelian rumah dinas di atas lahan negara dengan taksasi harga tinggi sebab milik pribadi yang dijual ke Pemkab Mamasa. (ifa)

Komentar

News Feed