oleh

Kepala Cabang FIF Gowa, Terancam Dipolisikan

GOWA | Penarikan jaminan fidusia oleh FIF Cabang Gowa dinilai tindakan perampasan hingga konsumen “AR” berencana melaporkan pimpinan FIF Gowa kasus ini ke polisi.

Menurut AR kendaraan yang ditarik oleh debt collector yang mengaku karyawan FIF tidak prosedural sebab tak mampu memperlihatkan sertifikat jaminan fidusia saat kendaraan itu diambil.

Langkah debt collector bertindak atas surat tugas yang dikeluarkan pimpinan FIF. “Saya hanya disodori perjanjian fidusia tanpa memperlihatkan bukti sertifikat fidusial sebagai bukti jika objek jaminan telah didaftarkan pada lembaga sah menurut aturan,” ujar AR.

Selain itu, FIF tidak mampu memperlihatkan bukti surat penyitaan dari pengadilan sebagai lembaga yang ditunjuk menangani sengketa fidusia.

“Saya hanya ingin memberikan pelajaran agar mekanisme penarikan kendaraan yang menjadi objek pembiayaan konsumen bukan pembiayaan jasa usaha,” ujar AR.

Saat didatangi debt collector AR sendiri memilih untuk menyerahkan agar menghindari hal-hal tak diinginkan, apalagi debt collector menyebut dan menelpon beberapa oknum polisi.

Menanggapi rencana AR membawa kasus ini rana hukum, pimpinan FIF Gowa, Inkar S tak bisa ditemui. “Pak Inkar masih bertugas di luar kota baru mau ditempatkan di FIF Gowa,” ujar Arfah seorang koordinator penagihan di FIF Gowa.

Aneh, Kepala Cabang Gowa belum bertugas tapi telah berani menerbitkan surat tugas pada karyawan untuk menarik kendaraan. (yudi)

Komentar

News Feed