oleh

Keterbatasan Fisik Bukan Kendala Jadi Komisioner KPU

-Daerah-1.259 views

GOWA | Hamzah, difabel penglihatan asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) memiliki motifasi besar untuk menjadi anggota komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pria 35 tahun itu, ingin membuktikan bahwa difabel bukanlah keterbatasan yang menghentikan niatnya untuk berkontribusi dalam perhelatan pesta demokrasi di Sulsel.

Hal itu diungkapkan Hamzah usai melakukan proses pendaftaran sebagai calon komisioner KPU Kabupaten Gowa di KPU Sulsel, Jalan AP Pettarani, kota Makassar, Senin (12/3). “Saya ingin memberikan kontribusi lebih banyak kepada negara, saya ingin dengan adanya saya di dalam, bisa memberikan ide-ide dan skill saya terhadap sesama difabel,” kata Hamzah.

Ia menyatakan, keseriusan dan kesiapannya untuk melakukan berbagai macam tugas-tugas penting yang diberikan apabila dalam proses akhir nanti, terpilih sebagai salah satu calon komisioner yang bisa mewakili kelompok difabel di Sulsel. “Insyallah saya sudah siap. Saya datang ke sini, itu berarti saya sudah mempersiapkan diri, dalam menjalankan tugas apapun,” jelas totaly blind ini.

Hamzah mengaku, selama ini telah lama berkecimpung dalam segala proses untuk bagaimana memberikan masukan dan dorongan terhadap KPU. Termasuk, untuk bagaimana KPU bisa memberikan tempat terhadap keterlibatan difabel di dalamnya. “Sejak 2014 lalu kita sudah terlibat untuk mendorong keterwakilan hak-hak difabel dalam teknis pemilu. Kita juga mendorong untuk partisipasi warga-warga difabel agar bisa datang memilih,” jelasnya.

Hamzah juga mengaku, telah memahami bagaimana undang-undang pemilu yang diterapkan dinamikanya setiap saat berubah. Dalam proses pendaftaran ini, ada 7 organisasi difabel yang mendorongnya untuk mewakili difabel khususnya di Sulsel.

Masing-masing, Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan (PerDIK), Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni), Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI), Perhimpunan Mandiri Kusta (PERMATA) dan Yasmib sulawesi. dalam proses pendaftaran tersebut, Hamzah juga di dampingi oleh direktur dan sekertaris Eksekutif PerDIK Abd Rahman dan Nur Syarif Ramadhan.

Anggota tim seleksi (Timsel) wilayah Kabupaten, Firdaus Muhammad mengungkapkan, pihaknya telah membuka lebar kesempatan bagi siapapun untuk mendaftar menjadi peserta calon komisioner.

Terkait dengan kesiapan panitia jika difabel pendaftar dianggap berkapasitas dan berkasnya diterima, maka panitia akan menyiapkan khusus� tes bagi difabel.

“Pada prinsipnya bisa. Panitia menyiapkan segala hal teknis untuk tesnya itu. Kami juga sebenarnya mendorong kalau ada pendaftar dari difabel. Tapi lebih lanjut pasti akan kita koordinasikan untuk tesnya kalau memang lolos,” singkat Firdaus.

Pendaftaran untuk peserta calon komisioner KPU Kabupaten juga sebanarnya telah memasuki tahap akhir di Sore ini.

Direktur Eksekutif Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan (PerDIK) Abd Rahman atau Gusdur yang turut mendampingi Hamzah dalam proses pendaftaran tersebut mengatakan Hamzah merupakan sosok yang tepat dalam menyalurkan aspirasi difabel khususnya di kabupaten Gowa. “Hamzah merupakan sosok yang berintegritas dan komitmen dalam memperjuangkan isu-isu difabel, maka dari itulah dalam internal PerDIK, kami sangat mendukung dan siap membantu Hamzah dalam proses pendaftarannya menjadi komisioner di Gowa.”

Sementara itu Nur Syarif Ramadhan yang merupakan Warga Kabupaten Gowa mengatakan, adanya difabel yang menjadi komisioner KPU nantinya akan mempermudah KPU dalam menciptakan pesta-pesta demokrasi yang inklusif. “Ini untuk pertama kalinya ada difabel yang mendaftar menjadi komisioner khususnya di kabupaten Gowa, dan semoga dapat menginspirasi difabel-difabel di daerah lain, untuk sama-sama memperjuangan isu difabel dalam ranah KPU tentunya dengan berani masuk menjadi komisioner di KPU.

Komentar

News Feed