oleh

Inilah Jawaban Polri Tepis Keraguan ICW

JAKARTA | Tiga perwira tunggi Polri ikut seleksi Direktur penindakan KPK menggantika Brigjen Aris Budiman yang digadang menjadi salah seorang mengisi jabatan Kapolda adalah Brigadir Jenderal Toni Harmanto. Namun disoal sebab pernah ikut dalam dugaan penjemputan paksa lima anggota Polri yang memilih menjadi pegawai tetap KPK dan menangkap seorang penyidik yang menangani kasus.

Tonny didaftarkan mengikuti seleksi posisi Deputi Penindakan KPK bersama dua perwira tinggi Polri lainnya, yakni Perwira Menengah SSDM Polri penugasaan di Kementerian Agraria dan Tata Ruang Brigjen Abdul Hasyim Gani dan Kapolda Nusa Tenggara Barat Brigjen Firli.

Munculnya nama Toni Harmanto mendapat sorotan dari Indonesia Corruption Watch (ICW). Menurut Kepala Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan ICW Lola Ester, menegaskan KPK harus hati-hati dalam melakukan seleksi posisi Deputi Penindakan maupun Direktur Penyidikan KPK.

ICW meminta KPK harus sangat berhati-hati dalam memilih. Pada intinya, rekam jejak masing-masing calon harus dicek kembali. Sejauh pemantauan ICW, para calon masih belum tertib soal pelaporan LHKPN, beberapa bahkan belum lapor sama sekali.

Selain itu, ada nama-nama yang tidak jelas prestasi kerja dan rekam jejaknya selama menjabat posisi tertentu di masing-masing institusi.

Mwnangapi ICW yang menyoal Brigjen Toony Harmanto. Karo Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen.Mohammad Iqbal membantah kabar tersebut.

Menurutnya, Toni yang saat ini menjabat sebagai Kepala Biro Pembinaan dan Operasional Bareskrim merupakan sosok yang tidak memiliki cacat dan berintegritas setiap melaksanakan tuga

Lebih dari itu, Brigjen M.Iqbal menerangkan seluruh calon Deputi Penindakan KPK yang telah didaftarkan pihaknya memiliki pengalaman di bidang reserse dan rekam jejak yang baik.

“Mereka semua berpengalaman di bidang reserse, berpengalaman juga sebagai kepala satuan wilayah karena tentunya nanti kemampuan manajerialnya dan kepemimpinannya dibutuhkan di KPK. Terus kapabilitas dan integritasnya tak diragukan,” ujar mantan Kapolrestabes Surabaya itu. (

Komentar

News Feed