oleh

Menjawab Keraguan Korban, Abu Tour Digeledah Polisi

Makassar – Kasus biro perjalanan hajidan umroh Abu Tour terus ditelisik aparat kepolisian, menjawab keraguan beberapa pihak, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel, menggeledah Kantor Biro Perjalanan Haji dan Umrah, Abu Tours di Kakatua, Kota Makassar, Jumat (23/3/2018) siang.

Penggeledahan di kantor Abu Tours dipimpin langsung oleh Kasubdit II Ditreskrimsus Polda Sulsel, AKBP Wirdhanto Hardicaksono dan beberapa personel lainnya.

Dari data yang dihimpun, penggeledahan tersebut dilakukan di lantai dua. Pihak penyidik juga terlihat melakukan penyegelan dengan memasang garis polisi atau Police Line.

Diketahui, penggeledahan ini dilakukan sebab Biro Perjalanan Haji dan Umrah Abu Tours diduga telah melakukan penipuan terhadap sejumlah calon jamaah yang belum juga di berangkat untuk menuniakan perjalanan umrah.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian yang melakukan penggeledahan di kantor Abu Tours belum memberikan keterangan terkait apa apa saja yang dilakukan penggeledahan.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihinpun dari kepolisian, hari ini Polda Sulsel akan melakukan konferensi pers terkait penetapan tersangka kasus Abu Tours.

Sebelumnya Polda Sulsel telah membentuk tim audit investigasi untuk penanganan masalah Abu tours. Tim ini akan menelusuri aliran dana jemaah umrah yang hingga kini belum berangkat.

” Kami sudah ada tim audit investigasi keuangan kami telusuri uangnya jemaah dikemanakan karena bukan sedikit lebih dari Rp 1 triliun uang jemaah sudah habis”, katanya kabid humas polda sulsel kombes Dicky sondani saat di temui seusai deklarasi Anti Hoax di hotel herper jalan perintis kemerdekaan makassar.

Dicky menambahkan uang Rp 1 triliun lebih itu berasal dari 50 ribu lebih jemaah umrah abu tours,yanh hingga kini belum juga di berangkatkan.

“jadi uang Rp 1 trilium itu berasal dari 50 ribu lebih jemaah yang belum di berangkatkan abu tours dan kami masih selidiki kemana,”imbuhnya

Polda sulsel menemukan sebagian uang jemaah di pakai untuk investasi usaha lain.termasuk untuk membeli mobil dan motor mewah. (ahmad)

Komentar

News Feed