oleh

Mahasiswa Terlibat Aborsi, Begini Nasibnya Sekarang

SAMARINDA – Setelah berbulan bulan berada di tahanan Polsekta Samarinda Utara, TS (21) kembali ke kostnya di jalan Pramuka 17, guna melakukan reka adegan, saat pelaku menggugurkan anaknya di kamar kost tempat tinggalnya.

Tak hanya TS, namun kekasihnya ER (21) juga turut serta dalam rekonstruksi yang dilaksanakan sebanyak 12 adegan itu.

Diketahui, kedua pelaku telah merencanakan untuk menggugurkan bayi dalam kandungannya.
Lalu, kekasih TS datang ke kostnya guna memberikan sejumlah obat penggugur kandungan, yang diambil dari jasa pengiriman barang di jalan AW Syahranie, yang langsung diminum oleh TS, yang mengakibatkan pelaku merasa sakit perut.

Merasakan perutnya tidak enak, pelaku pun menuju kamar mandi yang terdapat di dalam kostnya, untuk buang air besar, namun secara tidak sengaja, bayi dalam kandungnya keluar dan masuk ke kloset.
Pelaku pun langsung menyiram, sambil membersihkan diri, dan bayi tersebut larut masuk ke saluran pembuangan.

Tak disangka oleh pelaku, ternyata aksinya tersebut terungkap, setelah penjaga kost mendapati bayi laki-laki timbul di kloset kamar yang terdapat di lantai 1, sedangkan kost pelaku berada di lantai 2, tepat diatas kamar kost tempat bayi laki-laki itu ditemukan.

Usai menemukan bayi laki-laki dalam kondisi telah meninggal, penjaga kost pun menuju Polsekta Samarinda Utara guna melaporkan penemuan bayi itu.
“Ada 12 adegan yang dilaksanakan oleh pelaku, terdapat dua pelaku dan saksi-saksi yang menjalani reka adegan ini,” ucap Kapolsekta Samarinda Utara, Kompol Ervin Suryatna, Rabu (28/3/2018).

“Dari kasus ini, terdapat dua pelaku yang kita jadikan tersangka, yang merupakan pasangan kekasih,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu penjaga kost tempat pelaku tinggal, Nonsinani (42) tak pernah menyangka pelaku sampai berbuat hal nekat tersebut.
Pasalnya, selama ini pelaku terlihat baik-baik saja, termasuk tidak terlihat perubahan bentuk tubuh dari pelaku.
“Tidak kelihatan perutnya besar, karena memang dia sering pakai jaket, dan memang badanya agak besar, tidak nyangka saja saya, karena selama ini anaknya baik-baik saja,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, hal itu baru terungkap, setelah penjaga kost di kost membersihkan salah satu kamar di lantai 1 kost, pada Selasa (26/12/2017) silam.

Penjaga kost mulai membersihkan kamar, hingga ke kamar mandi. Saat itu kondisi kloset tersumbat yang mengakibatkan air maupun kotoran meluber tumpah ke lantai.
Si penjaga pun dibuat terkejut dengan adanya benda mencurigakan di samping kloset, setelah diamati, ternyata itu merupakan orok bayi.

Dari hasil pemeriksaan, TS menggugurkan kandunganya itu dengan meminum pil penggugur kandungan yang dibelinya via online, seharga Rp 838 ribu.
Sejak Agustus 2017 TS tidak lagi datang bulan, karena malu dan takut dengan orangtuanya, pelaku mencari di internet obat penggugur kandungan.

Pelaku diketahui memang beberapa kali berhubungan badan di luar nikah dengan kekasihnya, salah satunya dilakukan di salah satu hotel melati.

Pelaku mengkonsumsi obat penggugur kandungan sejak 23 Desember 2017, obatnya diminum ada yang setiap setengah jam sekali, per tiga jam sekali dan setiap hari.( ahmad)

Komentar

News Feed