oleh

Perusda Takalar Diduga Mencekik Para Pedagang Sentral

TAKALAR- Para pedagang pasar Sentral kabupaten Takalar mengeluh, pasalnya tempat yang biasa untuk menjual barang daganganya itu diamankan oleh petugas dengan alasan untuk penertiban.

Bukan saja itu, dalam waktu dekat Perusahaan Daerah (Perusda) Panrannuangku juga akan menertibkan para pedagang yang menggunakan tempat menjual itu.

Salah satu pedagang, yang berinisial ‘A’ keluhkan keputusan sepihak dari Perusda, pada Minggu (15/4). Mereka diberikan surat pemberitahuan oleh Perusda bahwa pedagang yang ada di sekitar pasar sentral itu akan ditertibkan dan dipindahkan ke tempat yang sudah disiapkan.

“Sementara saya tidak mengetahui, dimana tempat yang telah disediakan untuk kami menjual,” ujarnya Senin (16/4/2018)

Seharusnya Perusda mendata lebih awal, jangan langsung melakukan penertiban seperti ini.

Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Sentral, Muh. Bahri Daeng Nanring, menyampaikan bahwa Perusda Takalar sepertinya mulai mencekik sejumlah para pedagang yang selama ini telah menjual di pasar sentral dengan menggunakan lapak, dimana aturan Perusda juga belum jelas.

“Apakah pihak Perusda bisa menyiapkan Lods untuk semua pedagang, seharusnya sebelum Perusda menertibkan, sediakan dulu lodsnya,” ucapnya.

Sementara, Kepala Divisi Pasar dan Parkir, Abd kadir melalui Kepala Pasar Sentral Daeng Rate, membenarkan akan melakukan penertiban sejumlah lapak di Pasar Sentral.

Hal itu dilakukan terkait rencana menjadikan Pasar Sentral sebagai pasar setiap hari.

“Pedagang yang selama ini, menggunakan lapak akan dipindahkan ke lods yang sudah disiapkan. Kalaupun semua pedagang tidak bisa dipindahkan, kami tetap menyiapkan tempat untuk bisa ditempati menjual,” jelasnya.

Pihaknya juga mengaku didesak oleh Perusda untuk menjadikan Pasar Sentral sebagai pasar yang beroperasi setiap harinya. Karena selama ini pasar Sentral hanya diadakan seminggu empat kali.

“Kami didesak oleh Perusda untuk menjadikan pasar sentral menjadi pasar sehari-hari. Tentunya kami harus melakukan penataan lapak para pedagang,” ungkapnya. (shanty)

Komentar

News Feed