oleh

Kapolres Gowa : Bukan Pencitraan Tetapi Niat Dari Hati

-Daerah-2.179 views

GOWA – Sosok Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga, yang senang melakukan berbagai kegiatan sosial dengan kaum yang membutuhkan, khususnya di wilayah kerjanya sekarang di kabupaten Gowa. Sudah banyak yang tersentuh bantuan oleh Kapolres Gowa.

Dari masyarakat yang tidak mampu, dibantu untuk bedah rumah, menjenguk orang sakit, dan menolong orang yang terlantar. Hal itu juga diterapkan ke jajarannya, sehingga kegiatan bantuan sosial ini menjadi panutan bagi anggotanya.

Kapolres Gowa yang memiliki sifat tegas, arif, dan bertanggung jawab juga memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi. Sehingga banyak masyarakat yang mengaggumi dan bangga mempunyai sosok Kapolres Gowa yang peduli terhadap masyarakat.

Salah satu warga kelurahan Tamarunang, kecamatan Somba Opu, Ani, menyampaikan bahwa sosok Kapolres Gowa sangat peduli dengan warganya yang tidak mampu.

“Saya salut dan bangga, mempunyai Kapolres Gowa yang peduli dengan warganya,” ujarnya yang mengaggumi sosok Kapolres Gowa.

lagi

Saat disinggung sifat dan karakternya itu, Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga menyampaikan dihadapan sejumlah awak media, bahwa kegiatan sosial yang dilakukan itu, datangnya dari hati, jadi sudah tergerak dari hati.

“Didalam kehidupan bermasyarakat, pasti kita akan berhadapan dengan fenomena sosial dan memang yang menggerakkan kami untuk respon fenomena sosial itu adalah hati,” ungkapnya disela acara succes story bersama Kapolres Gowa di cafe Myoption saat diundang oleh Ketua JOIN Sulsel, Rifai Manangkasi dan pengurus JOIN DPW Sulsel. Rabu (18/4/2018)

Shinto juga menjelaskan tentang karakternya yang tidak bisa, tinggal diam. Apabila melihat masyarakat, yang sedang membutuhkan bantuan.

Dia juga mengatakan tidak harus, kalau itu programnya Kapolda, bahkan Kapolda menyampaikan contohlah yang baik seperti makmurkan masjid.

“Nenek saya, seorang muslim jadi saya sangat respek dengan toleransi beragama. Jadi apa yang saya lakukan itu, yang gerakkan adalah hati,” tegasnya.

Lanjut kata Shinto, kalau ada orang mau berkata apa, silahkan kami tetap jalan, dan respon kita tidak usah berlebihan, ikuti saja kata hati.

“Kedepannya kalau ada orang respon feedback, silahkan saja bicara. Kita tetap akan jalan, sampai saya pensiun,” paparnya.

Dan sampai saya mati nanti, niat saya seperti itu, mudah mudahan ini adalah jalan ibadah saya, untuk bisa masuk surga.

“Jadi kalau ada orang bilang pencitraan, silahkan saja bicara. Tetapi apa yang saya lakukan itu adalah niat dari hati,” pungkasnya. (shanty)

Komentar

News Feed