oleh

LSM Somasi dan L PACE Minta Propam Polda Usut Tuntas Kasus Pengrusakan

GOWA – Upaya Soe Daeng Lalang untuk mencari keadilan membuahkan hasil karena simpati berdatangan dari berbagai pihak termasuk ketua LSM Somasi Sulsel, Ramli Daeng Tojeng dan Ketua LSM Pace Sulsel, Hertasmin Daeng Gau.

Kedua lembaga tersebut angkat bicara terkait tanah sengketa yang melibatkan dua kubu antara Soe Daeng Lalang dan Rasyid Dg Situju di Dusun Sailong Desa Sunggumanai Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa.

Sebelumnya telah diberitakan bahwa tanah sengketa tersebut telah diserobot oleh preman, padahal telah di pasangi Police Line oleh penyidik Ditreskrimum Kanit IV Harda II Polda SulSel, Kompol Muhammad Yusuf dan Iptu Nawir setelah dilakukan penyitaan dengan merobohkan dan merusak sehingga tidak bisa dipergunakan lagi rumah kebun, pagar dan tanaman.

Menurut Ketua LSM Somasi Sulsel, Ramli mengatakan bahwa apapun yang telah di pasang oleh Police Line itu seharusnya berstatus quo.

“Tidak boleh ada pihak manapun, yang boleh memasuki Police Line tersebut tanpa seizin penyidik,” jelasnya Rabu (9/5/2018).

Jadi kalau para preman ini masuk melakukan aktivitas pemagaran dan pengrusakan berarti diduga sudah seizin penyidik.

“Karena pada hari itu juga sudah ada pemberitahuan melalui via chat What’s App dari Ketua Koalisi LSM Maha Karya Indonesia, Syafriadi Djaenaf Dg Mangka, tetapi tidak ada tindakan melarang sampai sekarang,”ucap Ramli.

Tidak perlu kita heran karena sengketa tanah ini berlangsung di saat penyidiknya sekarang Kompol Muhammad Yusuf masih menjabat sebagai Kasat Sabhara di Polresta Gowa pada waktu itu dan lokasinya berada di wilayah Gowa.

Sementara Ketua L- PACE Sulsel, Hertasmin Daeng Gau, menyampaikan juga kebenaran ini tidak terbantahkan lagi karena pada saat pengembalian batas pada tahun 2014, anggotanya Kasat Sabhara Polres Gowa yang turun pengamanan.

“Dan ini baru kita heran karena pengembalian batas ini mempergunakan alat berat excavator seakan- akan di design sebagai eksekusi lahan. Dan masalah ini perlu diketahui oleh pak Kapolda Sulsel untuk menegur bawahannya,” tegas Hertasmin.

Dan saya meminta kepada pihak Propam Polda Sulsel, agar laporan Soe Dg Lalang, ditindaklanjuti, karena sampai sekarang laporannya mangkir.

Sekedar diketahui laporannya pada hari Senin tanggal 23 Oktober 2017 dengan STPL Nomor : STPL/93-B/X/2017/SUBBAG YANDUAN.

“Soe Dg Lalang itu, sudah melaporkan tindakan Kompol Muh.Yusuf Arsyad, Iptu Nawir, dan Suhardi, yang berpihak dalam penanganan kasus yang ditangani dan melakukan pengrusakan sehingga melakukan pelanggaran disiplin,” terangnya.

Dan ada yang aneh pada kasus ini karena pihak penyidik melakukan penyitaan terhadap mobil pick up yang mengangkut baliho Koalisi LSM Maha Karya Indonesia.

“Padahal baliho itu berdiri pada tanah milik Soe dg Lalang, bukan di lahan Rasyid Dg Situju, dan tindakan itu sudah pelanggaran,” tandasnya.

Saat ini, kasus tanah yang melibatkan dua kubu antara Soe Daeng Lalang dan Rasyid Dg Situju, tengah bergulir di Pengadilan Negeri Sungguminasa. (Shanty)

Komentar

News Feed