oleh

Bibit Jagung Hibrida di Jeneponto, Buruk

-Daerah-1.716 views

JENEPONTO| Pembagian bantuan bibit jagung hibrida di Dinas Pertanian Kabupaten Jeneponto dinilai tidak sesuai dengan harapan para petani sebab sangat jauh dari layak. Perlu ditelisik sebab diduga bernuansa korupsi.

Bantuan bibit seharusnya dapat meningkatkan hasil panen justru membuat petani semakin terpuruk sebab hasil dari bibit ini sangat minim bahkan banyak rusak dan tidak dapat tumbuh.

Hal ini sangat dikeluhkan oleh kelompok tani di kabupaten Jeneponto dari pantauan hampir rata menjadi keluhan kelompok tani.

Data kelompok tani yang mengeluhkan bantuan bibit jagung hibrida ini kami menkonfirmasi kepada Dinas Pertanian Jeneponto dan dibenarkan Kadis Pertanian, Ahmad.

Namun bibit jagung hibrida tidak dikelola oleh Dinas Pertanian kabupaten melainkan dikelola oleh dinas pertanian propinsi Sulawesi Selatan.

Kadis Pertanian Ahmad
memberi saran untuk mempertanyakan langsung ke Dinas Pertanian Provinsi Sulsel atas keluhan kelompok tani tersebut.

Saat dukonfirmasi ke Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Sulsel, diperoleh keterangan bahwa pembagian bibit jagung tersebut terbagi 2 bagian yaitu 35% bibit berasal luar Sulsel dan 65% bibit lokal yaitu dari Balit Sereal
Maros dan dikelola Dinas Pertanian Sulsel.

Data terakhir menyebutkan, realisasi yang terjadi tetap tidak dijalankan sesuai kontrak dan pembagian bibit diterima petani. Rata 100% bibit lokal yaitu Bima 20 yang berasal dari Balitsereal Kab.Maros. (Nanang/ Gau)

Komentar

News Feed