oleh

Diduga Ada Pungli di Desa Panakkukang

GOWA– Program pengurusan sertifikat tanah gratis pada program pertanian yang ditujukan bagi Kelompok tani mengeluh dengan adanya pembayaran yang dilakukan oleh oknum staf Desa Panakkukang, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa.

Program pertanian yang merupakan program Presiden Joko Widodo, sebenarnya bertujuan untuk meringankan beban masyarakat dan membantu meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Tetapi beda, justru beberapa sumber dari warga desa Panakkukang, bahwa ada oknum yang memanfaatkan keadaan. Dengan sengaja memintai warga dengan sejumlah dana dari Rp.500 ribu hingga jutaan rupiah. Sehingga masyarakat mengeluh dan merasa terbebani dengan adanya pembayaran itu.

Menurut salah satu sumber, yang tidak mau disebut namanya, menyampaikan bahwa dia harus membayar Rp.500 ribu untuk pengurusan sertifikat. Agar didalam pengurusannya tidak susah.

“Saya juga bingung, kenapa disuruh bayar Rp 500 ribu oleh oknum petugas di desa panakkukang. Jelas- jelas gratis,” ujarnya Jumat (1/6/2018).

Dia menjamin semua didalam pengurusannya aman dan cepat selesai.

“Saya terpaksa harus bayar, jangan sampai nama saya didalam tidak dikasih masuk,”ungkapnya dengan rasa khawatir.

Saat dikonfirmasi salah satu staf desa Panakkukang, IS, melalui whatsapp, mengatakan besaran biaya yang ditentukan sudah sesuai keputusan bersama warga pemohon sertifikat.

“Kami tidak melakukan pemaksaan, warga secara sukarela membayar dan menyetujuinya,” cetusnya.

Uang yang diminta sama warga itu, untuk biaya beli patok, materai, surat menyurat, dan pengurusan asal usul tanah dan hal itu ditentukan berdasarkan hasil musyawarah.

Katanya juga, seharusnya pihak BPN menjelaskan kepada masyarakat, apa saja yang ditanggung oleh pihaknya.

“Sehingga masyarakat bisa memaklumi dan mengerti. Jadi tidak sampai ribut begini,” paparnya. (Shanty)

Komentar

News Feed