oleh

Kendurkan Gerak Teroris Polri Bentuk 34 Satgas Densus 88

JAKARTA | Dalam upaya penanganan dan mengendurkan gerak teroris maka Polri akan membentuk Detasemen Khusus 88 Anti Teror disemua provinsi dari 16 menjadi 34 satuan tugas (Satgas). 

Kapolri Jenderal Tito Karnavian berencana menambah satuan tugasDetasemen Khusus 88 Anti Teror di setiap daerah di Indonesia untuk memperkuat penanganan terorisme. 

“Saya ingin perkuat satgas densus yang selama ini hanya 16 satgas, saya ingin jadi 34 satgas tiap provinsi,” kata Tito di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (5/6).

Selain penguatan penanganan terorisme, usulan tambahan anggaran sebesar Rp 44, 6 triliun itu,, kata Tito juga untuk prioritas menghadapi pemilu, kasus begal perampokan, penanganan kasus narkotika, kejahatan siber dan perdagangan orang hingga potensi konflik sosial.

Untuk pemilu 2019, Polri pada mulanya menganggarkan Rp5 triliun, belanja pegawai Rp49,9 triliun, belanja barang Rp36,5 triliun dan belanja modal Rp40,3 triliun dari usulan pagu indikatif 2019 sebesar Rp126,8 triliun.

Namun, berdasarkan keputusan pemerintah melalui Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Tito mengatakan pagu indikatif Polri yang disetujui hanya sebesar Rp76,9 triliun. 

Untuk menyesuaikan alokasi anggaran dan kinerja, maka Polri mengajukan tambahan Rp44,4 triliun dengan anggaran pengamanan pemilu 2019 sebesar Rp2,3 triliun, belanja pegawai Rp6,7 triliun, belanja barang Rp5 triliun, dan belanja modal Rp32,6 triliun.

“Kami harap usulan kami dipenuhi namun semua dikembalikan pada pemerintah dan DPR, tentu Polri ingin anggaran tersebut ideal tapi disesuaikan dengan kemampuan negara kalau punya prioritas lain,” katanya seperti dilansir CNNIndonesia.com.(*)

Komentar

News Feed