oleh

Waduh! Penumpang Batik Air Bergurau ‘Bom’, Begini Nasibnya

MAROS | Guruan bom di atas pesawat diancam hukuman berat namun ada saja penumpang tetap menjadikan candaan seperti dilakukan Samaun Henamule,  warga Tual,  Prov. Maluku.  Dia harus berurusan petugas keamanan bandara.

Siang tadi,  di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin telah diamankan seorang penumpang transit yang bergurau  Bom dilakukan di dalam pesawat Batik Air nopen ID 7703/ID6166 , Rute : HLP –  Upg (transit) – Ambon.  

Penumpang bernama Samaun Henamule selanjutnya diserahkan dari Pihak Avsec PT. Angkasa Pura I kepada Pihak Polsek Kawasan Bandara. 

Kronologis kejadian gurauan ada bom dalam pesawat dimaksud berawal sebagai saat berada di pesawat udara penumpang pesawat Batik Air yang menempati Seat No.12C ketika pramugari membantu untuk menyimpan tas di haeadtrack, secara spontan mengucapkan “Bom” kepada pramugari tersebut.

Selanjutnya Pramugari tersebut balik bertanya kepada penumpang, “apa tadi yang kamu katakan ?” dijawab oleh penumpang tsb “tidak”. Pramugari lalu meninggalkannya dan tidak lama kemudian Penumpang tersebut didatangi oleh petugas Security Lion / Baik Air dan diturunkan dari pesawat.

Penumpang Pesawat Batik Air tersebut lalu diturunkan dari pesawat beserta barang bagasi bawaanya selanjutnya diamankan ke posko avsec Lion Air di area arrival  selanjutnya proses tindak lanjut di bawa ke Posko TMA Avsec AP 1 Bandara untuk dilakukan interogasi atas gurauan “Bom”.

Hasil pemeriksaan,  pelaku Samaun Henamully bahwa dia berangkat sendiri dan mengakui segala perbuatannya berkata “Bom” yang diucapkannya adalah berupa candaan spontan dan tidak pernah ada niat untuk mengancam atau merugikan orang lain.

Samaun Henamuly bekerja sebagai pelaut dan tiga hari  lalu tiba di Jakarta dari Uruguay tempat dia bekerja di Samaun PT. KOINDO MARITIME POWER dan berada di uruguay selama kurang lebih 8 bulan di kapal HAIN 21 sebagai ABK di kapal pencari Cumi-Cumi.

Petugas Otban Wilayah V memeriksa secara manual baik  terhadap Samaun Henamuly,     beserta barang bagasinya. Dari hasil pemeriksaan manual tidak ditemukan barang berbahaya didalam barang bawaan milik namun perjalanan bersangkutan ducancel oleh Batik Air.

Usai dilakukan pemeriksaan PPNS Otban Wulayah V Makassar,  pelaku kemudian diserahkan ke Polsek Bandara Hasanuddin,  Polres Maros untuk dilanjutkan penyidikan atas dugaan pelanggaran UU Penerbangan.  (Ary)

 

Komentar

News Feed