oleh

Warning! Kendaraan Angkutan Barang Dilarang Beroperasi, Kecuali Jadual ini

-Metro-1.389 views

MAKASSAR | Menghadapi arus mudik lebaran tahun 2018, Balai Pengelola Transportasi Darat(BPTD) Wilayah XIX Sulsel-Bar melaksanakan Rapat Pemantapan dengan instansi terkait.(7/6)

Hadir diantaranya,  Ditlantas Polda Sulsel,Satlantas Polrestabes Makassar, Balai Jalan Nasional Wilayah XIII Makassar. Rapat membahas tentang pelarangan operasional Angkutan Barang selama Periode Arus Mudik dan Arus Balik Idul Fitri 2018 (1439 H).

Berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 34 tahun 2018 Tentang Pengaturan Lalu Lintas Pada Masa Angkutan Lebaran Tahun 2018(1439 H).

Kepala BPTD XIX, Benny Nurdin Yusuf pada sambutannya mengatakan, walaupun di dalam PM 34 Tahun 2018 adalah melakukan pengaturan,pelarangan pengoperasian angkutan barang pada sebagian di Pulau Jawa dan Bali,sehingga tidak memplot satupun untuk kita mengatur pada ruas jalan di Sulsel.

Akan tetapi, lanjut Benny, bukan berarti kita tidak bisa melakukan tindakan dan berdasarkan hasil kordinasi dengan Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiyadi di Jakarta, intinya adalah mengkordinasikan dengan instansi terkait dimana ruas-ruas jalan yang berdampak pada kemacetan dan melakukan  tindakan yang dianggap perlu. “Tentunya ketentuan yang tertinggi adalah kesepakatan bersama”, ujar Benny.

Benny, menambahkan, setelah berdiskusi dengan teman-teman Dishub Kab/Kota, titik yang berpotensi  kemacetan dari Makasssar menuju utara yaitu Kab.Maros sampai Kab.Pangkep dan dari Makassar menuju Selatan yaitu Sungguminasa sampai dengan Kec.Bontonompo Kab.Gowa dan sebagian Kab. Takalar,sehingga perlu penanganan antisipasi secepatnya.

Balai jalan Nasional Wil.XIII, Iskandar Arsyad mengatakan, secara internalnya telah terbit instruksi H-10 sampai dengan H+10 seluruh aktifitas proyek yang mengganggu arus lalu lintas dihentikan.” Bila Dishub dan Kepolisian dilapangan menemukan aktifitas masih berjalan, laporkan ke kami tentu akan menindak lanjuti kebawah”.katanya.

Iskandar menambahkan, apapun dari hasil keputusan rapat ini pihaknya pada prinsip siap menyiapkan infrastruktur contohnya pada penutupan bukaan jalan.

Kadishub Kab.Maros, Rahmat Burhanuddin menyampaikan, pihaknya telah mengantisipasi dengan melaksanakan rapat dengan pihak Grand Mall yang menjadi titik baru kemacetan di wilayahnya. ”Untuk pengalihan arus mudik ,kami membuat jalur alternatif dan akan dipasang rambu-rambu”, kata mantan Kadis Pariwisata Maros ini.

Sementara itu, Dishub Kab.Gowa mengungkapkan dari pengalaman pada hari H tahun sebelumnya,terjadi kemacetan di Poros Pallangga sampai ke perbatasan Kab.Takalar selama 5 jam. maka pihaknya akan melakukan pengalihan arus lalu lintas dari Makassar menuju selatan masuk ke Pangkabinanga  Kab.Gowa

Sementara arus balik dari arah Selatan di Kab.Takalar masuk ke Barombong Tanjung Bunga. “Pengamatan kami selama 1 Mingggu terakhir penyebab terjadinya penumpukan kendaraan salah satunya ialah penutupan jalan secara dadakan karena kepentingan hajat keluarga”.Kata Fery, Kabid Lalin Dishub Kab.Gowa.

Mewakili Ditlantas Polda Sulsel, Kompol Drs.Gazali Mudji memberikan masukan untuk menertibkan pasar-pasar disepanjang jalan yang dilalui arus mudik  karena menjadi faktor penyebab kemacetan.”Apakah kita mau mencari dulu jalan alternative sehingga pokok-pokok penyebab tidak disentuh?”, saran Gazali.

Berdasarkan hasil keputusan rapat, H-3 dan H+3 Angkutan Barang dilarang beroperasi dan untuk kendaraan Proyek beroperasi mulai jam 10 Malam sampai dengan Jam 6 pagi

Kendaraan barang yang dikecualikan adalah mobil pengankut BBM, antaran uang dan Pos, BBG, Tetnak, Bahan Pokok dan kendraan pengangkut sepeda motor yg akan mudik, diluar itu akan masuk dalam pengaturan operasional mulai jam 22 s/d jam 06 pagi (A. Dewa)

Komentar

News Feed