oleh

Akun Medsos Mahasiswa Dipantau, Begini Cibiran Fadli Zon

JAKARTA | Menristek Dikti,  M. Natsir berencana memantau dan memblokir akun Medsos milik mahasiswa untuk mencegah faham radikal menuai sorotan wakil rakyat di DPR.  Wakil Ketua DPRFadli Zon menilai rencana dimaksud sebagai tindakan konyol.

Fadli Zon berfikiran jika rencana tersebut bertolak belakang dengan era demokrasi.“Ini kekonyolan dari pada Kemenristekdikti untuk melakukan hal itu. Kita ini berada di era demokrasi dimana orang boleh berpendapat,” kata Fadli di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (8/6).

Menteri Nasir swbelumnya berniat menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informatika, guna mendata media sosial mahasiswa dalam rangka mencegah radikalisme di kampus. Sebab, dari data selama ini terungkap penyebaran materi berkaitan dengan terorisme memang marak di media sosial.

Mwnristek Dikti,  M. Nasir mengatakan, penelusuran akun medsos milik mahasiswa dianggap salah satu cara mencegah berkembangnya paham radikal di perguruan tinggi. Hasil temuan Kemristekdikti menunjukkan masih ada mahasiswa yang memperoleh ilmu atau pengetahuan tentang paham radikal dari medsos.

Berbanding terbalik, Fadli tidak mempercayai tudingan pemerintah soal sejumlah perguruan tinggi menjadi sarang kelompok radikal. Menurutnya, berpikir radikal sesuai konteks filsafat juga tidak masalah.

Menurut Fadli, rencana itu akan melanggar privasi seseorang, apalagi, paham radikalisme fundamental masih bisa diperdebatkan.

Fadli berharap citra kampus tidak dinilai negatif dan lekat dengan cap sarang radikalisme dan terorisme. Dia pun menilai rencana pemantauan akun-akun media sosial milik mahasiswa tidak perlu dilakukan.

“Saya kira civitas akademika harus menentang kebijakan ini,” ujar Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu.(

Komentar

News Feed