oleh

Ayo Ngaku! Siapa “Sutradara” Video FB Sudutkan Polisi

-Daerah-3.642 views

GOWA | Video unggahan Syahrir dan Galang di akun pribadi keduanya di Facebook ditengai ada “Sutradara” dibalik pengakuan kintraversial atas kematian Mursalim,  warga Takalar ditemukan tewas di S. Jeneberang, awal Januari lalu.

Video terpublish secara umum ini sempat memghentak warga Kab. Gowa atas tudingan rekayasa penangkapan mwngakibatkan terbunuhnya Iwan Gondrong.

Shoting lokasi pengambilan gambat diduga dilakukan di areal Rutan Makassar dengan mempergunakan handphone yang diketahui “Haram” mempergunakan alat komunikasi.

Diduga,  ada “Orang Penting” terlibat dalam pembuatan video dimaksud,  apalagi Galang dalam menyampaikan testimoni dibekali naskah yang ditengarai disiapkan orang sama. Sehingga sangat perlu ditelisik oknum dibalik pembuatan dan perdaran video di akun FB tersebut. 

Seperti diberitakan,  unggahan Galang di akun FB dinilai LSM L  PACE adalah upaya mempengaruhi proses pradilan atas kasus kematian Mursalim Januari 2017 lalu sangat bertolak belakang dengan fakta yang terjadi.

Ketua L-PACE, Hertasnim mengakui jika pihaknya telah menurunkan tim investigasi atas kasus unggahan video kaitannya dengan kematian Mursalim. “Sepekan ini kami konsen kasus kematian Mursalim kaitan unggahan video di Medso, ” ujar Hertasmin.

Dikatakan Hertasnim, Galang memberi informasi di media sosial saat berstatus sebagai terdakwa sehingga keterangan terdakwa di media sosial sangat subjektif dan tidak dapat dianggap sebagai alat bukti saksi sesuai KUHAP.

Lanjut dikatakannya,  terdakwa Galang tidak mengetahui situasional penindakan tegas Kepolisian terhadap Iwan yang merupakan salah satu pelaku pembunuhan terhadap Mursalim kemudian jasadnya dibuang di sungai Jeneberang.

Tentu,  kata pria yang akrab dipanggil Dg Gau, disayangkan adanya rekaman yang di upload terdakwa menggunakan handphone sementara diketahui bahwa terdakwa pada saat ini masih menjalani status penahanan di rutan untuk menunggu putusan Pengadilan.

“Kok bisa terdakwa bisa pergunakan handphone dalam Rutan sehungga diduga ada itikad buruk terhadap institusi kepolisian terkhusus tim khusus yang telah bekerja maksimal mengungkap kasus yang selama ini diketahuu mangkrak hingga sepuluh bulan, ” ujarnya.

L-PACE menduga adanya upaya-upaya dari pihak tertentu untuk mempengaruhi putusan hakim Pengadilan Negeri Sungguminasa dengan cara menyudutkan petugas Polres Gowa melalui media sosial.

Itakad buruk ini bukan pertama,  beberapa waktu yang lalu petugas Polres Gowa juga pernah disudutkan melalui pengakuan salah satu pelaku pembunuhan di Sungai Jeneberang di media sosial.

“Namun yang bersangkutan mengakui bahwa membuat testimoni karena dibawah tekanan,” tambah Hertasmin.

Hertasmin berharap,  warga agar mengikuti proses persidangan kasus pembunuhan di sungai Jeneberang yang pada saat ini memasuki tahapan penuntutan sampai sidang putusan Hakim Pengadilan Negeri Sungguminasa, sehingga tidak terjebak dalam opini yang dibangun oleh terdakwa.

Sementara informasu diperoleh jika desakan mempersoalkan video yang dinilai menyudutkan institusi kepolisian dalam penanganan kasus kematian Mursalim, “Kita tinggal tunggu putusan Hakim soal vonis terhadap Galang.  Tuntutan pencemaran nama baik akan dilakukan, ” ujar seorang petugas di Polres Gowa.  (Ahmad)

Komentar

News Feed