oleh

Jurnalis Diintimidasi Kapolres Majene Minta Maaf

-Daerah-2.004 views

MAJENE | Aksi intimidasi terhadap wartawan kembali terulang, kali ini menimpa wartawan mandarnesia.com saat meliput aksi unjukras kemarin (13/6). Kapolres Majene,  Polda Sulbar sampaikan permintaan maaf.

intimidasi ini bermula  saat wartawan mandarnesia.com sedang melakukan peliputan di Polsek Malunda. Saat itu, pihak Polsek Malunda sedang melakukan pemeriksaan terhadap korban yang masih duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Ia diduga dianiaya ayah korban lantaran anaknya diduga sering memeras pelaku. Kesal dengan perbuatan korban, pelaku kemudian menganiayanya. Keluarga korban kemudian mengepung Polres Malunda untuk memaksa masuk dan hendak menghakimi pelaku.

 

Melihat kondisi tersebut, pihak Polsek Malunda kemudian mengambil tindakan dan mengusir massa yang sudah semakin anarkis untuk keluar dari halaman depan Polsek Malunda.

Wartawan mandarnesia.com yang sedang mengabadikan moment tersebut mendapat tindakan tidak terpuji dari seorang anggota Polsek Malunda dengan merampas HP milik Sudirman Syarif.

“Saya sudah sampaikan ke Kapolsek Malunda, temasuk oknum anggota Polsek Malunda bahwa saya adalah wartawan,” urai Sudirman Syarif.

Padahal lanjut Sudirman, ia juga telah memperlihatkan id card yang menggantung di lehernya. Tapi oknum itu tetap saja merebut alat kerja itu.

“Saya kemudian berusaha menjelaskan ke Kapolsek Malunda bahwa saya wartawan dan kemudian menyerahkan HP tersebut,” jelasnya lagi.

Sementara itu, Kapolda Sulbar Brigjen Baharuddin Djafar yang dikonfirmasi melalui telepon mengatakan, akan menyampaikan hal tersebut kepada Kapolres Majene.

“Catat nama anggotanya, dan akan saya sampaikan ke yang bersangkutan,” kata Baharuddin, Rabu (13/6/2018) malam.

Kapolres Majene AKBP Asri Effeny meminta maaf atas tindakan yang terjadi. “Mohon kebesaran hatinya untuk memaafkan perilaku anggota kami di Polsek Malunda yang menyinggung pribadi dan profesi saat melakukan liputan,” ujarnya.(basri)

Komentar

News Feed