oleh

Menteri Pertanian Terus Diterjang Isu, Ini Gosip Terakhirnya

MAKASSAR | Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, terus diterpah isu negatif.  Setelah terjangngan fitnah kasus “watergate” dengan Irna, Bupati Pandeglang dan tidak terbukti,   kini digosipkan melakukan penetrasi hukum di Polda Sulsel,  agar petahana Wali Kota Makassar dapat lolos dari jeratan hukum.

Andi Amran,  digosipkan  tidak berhenti melakukan manuver politik demi memenangkan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel nomor urut tiga, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS).

Bahkan dirinya dituding menyalahgunakan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), padahal jika ingin menelisik lebih jauh justeru loyalis kandidat tertentu banyak meraup keuntungan pribadi diproyek dimaksud.

Menteri Amran juga dikabarkan ‘memperalat’ kepala daerah baik itu dengan mengintervensi maupun membangun deal politik bersama Wali Kota Makassar, Danny Pomanto, misalnya.

Menteri Amran dikabarkan menggunakan Wali Kota Makassar, M Ramdhan ‘Danny’ Pomanto untuk memuluskan kemenangan Prof Andalan-sebutan populer NA-ASS karena Makassar adalah daerah dengan pemilih terbesar di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur.

Heboh,  Amran disebut memanfaatkan permasalahan hukum yang menjerat Danny Pomanto yang kini gagal dalam pemilihan Wali Kota dan Wakil Walikota dalam membangun deal politik.

Kabar angin menyebut jika Menteri Amran dapat memberikan ‘perlindungan’ hukum bagi Danny Pomanto yang disinyalir tersangkut kasus korupsi. Syaratnya, orang nomor satu di Kota Makassar itu harus all-out memenangkan Prof Andalan di Makassar.

Danny Pomanto hingga saat ini bersikukuh tak melakulan korupsi seperti yang dituduhkan kepada dirinya dan siap mengikuti proses hukum yang sementara bergulir di Polda Sulsel. “Pak Wali siap diperiksa dan memberi keterangan atas tuduhan yang dialamatkan ke beliau, ” ujar Ramzah Thabraman,  staf Wali Kota Makassar bidang komunkasi dan hukum.

Diakuinya,  ketidak hadiran memenuhi panggilan penyidik beberapa pekan lalu tak lain kesibukan beliau yang kembali menjabat Wali Kota Makassar. “Bukan deal-deal seperti ditudingkan, “ujar mantan jurnalis ini.

Polda Sulsel sendiri akan melanjutkan proses atas laporan terkait dugaan korupsi pekan depan usai lebaran idul fitri.  “Wali Kota kembali akan dipanggil penyidik Ditreskrimsus usai lebaran,”  ujar sumber Matarakyatmu. com di Polda Sulsel.

Sebagai seorang profesional, posisi Andi Amran Sulaiman yang secara kebetulan adik bersangkutan ikut di ritual politik lima tahunan di Sulsel mendampingi Nurdin Abdullah tak bisa disangkali ikut “Bertarung”.

Hanya saja,  sebagai negara hukum dan warganya tak ada kebal hukum menjadi pertanyaan jika Amran mampu menundukkan penegak hukum Polda Sulsel dan bisa meloloskan Danny Pomanto dari jerat hukum melilit dirinya atas dasar deal politik di Pulgub Sulsel.

Begitu juga pencopotan 15 Camat di Makassar menjadi dalih jika salah satu deal politik agar mudah memenangkan NA-ASS sangat sumir.  Sebab, banyak pengamat menilai jika langkah Danny Pomanto menggeser 15 orang Camat itu, justeru bumerang bagi Danny Pomanto dan misi politiknya.

Pengalihan dukungan Danny Pomanto dari IYL-Cakka ke NA-ASS dengan bukti salam tiga jari diacungkan Danny Pomanto saat foto bersama kader Pemuda Pancasila dengan gaya salam tiga jari di Hotel Asyra, Minggu (9/4), sesuatu yang lumrah dan biasa pada dinamika politik.

Keputusan Danny yang total memenangkan NA-ASS adalah pilihan politik.Dalam percakapan da grup WhatsApp itu, Danny Pomanto mengarahkan seluruh pendukungnya untuk memenangkan NA-ASS. “Saya total dan kalian DIAmi pun harus total bergerak di Makassar memenangkan NA-ASS.”

Untuk membuktikan tudingan deal politik antara Amran dan Danny seperti pergunjingkan di grup WA tentu menunggu sikap tegas penyidik untuk melakukan upaya paksa menjemput Danny Pomanto dan menahan petahana gagal di Pilwalkot Makassar itu jika masih mangkir dalam panggilan dan pemeriksaan yang dijadualkan usai lebaran ini. Kita tunggu.  (ifa)

Komentar

News Feed