oleh

Nakhoda KM Arista Diancam Hukuman 10 Tahun, Begini Kasusnya

MAKASSAR | Dinilai pengoperasia KM Arista dari kapal nelayan menjadi pengangkutan penumpang membuat polisi menetapkan Dg Kila. nakhoda sekaligus pemilik kapal malang ini menjadi tersangka tunggal dan telah dilakukan penahanan.

“Sudah, sudah tersangka dan sudah ditahan,” ujar Kepala Polres Pelabuhan Makassar Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Aris Budiman kepada kepada sejumlah media pagi tadi, Kamis (14/6).

Aris menjelaskan, penanganan perkara Dg Kila sudah dilimpahkan Polres Pelabuhan Makassar ke Polair Polda Sulsel. “Penangannya sekarang bukan kami, sudah kami limpahken ke Polair,” ucap Aris.

Sebelumnya, polisi melakukan penyelidikan dan menemukan bukti kuat bila KM Arista dioperasikan dari kapal nelayan menjadi komersial. Akibatnya,  Dg Kila dijerat dengan Pasal 302 ayat 3 tahun 2008 tentang pelayaran dan kelalaian dengan ancaman 10 tahun penjara.

“Setelah kami lakukan penyelidikan dan mengumpulkan informasi ternyata kapal yang digunakan bukan kapal penumpang pada umumnya, melainkan kapal nelayan,” ujar Kabid Hubungan Masyarakat Polda Sulsel, Komisaris Besar Dicky Sondani.

Selain itu Dg Kila juga diketahui berlayar secara ilegal karena tak memiliki surat izin. KM Arista juga diketahui tak punya standar keamanan yang mumpuni.

KM Arista tenggelam karam di perairan Makassar (perairan Gusung) Kecamatan Ujung Tanah Makassar, Rabu (13/6) pukul 12.45 WITA.

Kapal yang mengangkut puluhan penumpang itu bergerak dari Pelabuhan Paotere menuju Pulau Barrang Lompo, Kelurahan Barrang Lompo Makassar Kecamatan Sangkarrang, Makassar.

Dalam kejadian itu, sebanyak 15 orang dinyatakan meninggal dunia, 22 orang selamat, dan enam lagi belum ditemukan. (Denkmank) 

Komentar

News Feed