oleh

Berebut Dukungan ABU di Pilgub Sulsel

MAKASSAR | Sosok Andi Burhanuddin Unru (ABU) menjadi salah satu magnet bagi kandidat pasangan IYL-Cakka dan NH-Azis. Kedua kontestan ini mengklaim didukung Bupati Wajo dua periode ini.

Sebelumnya,  IYL ketemu ABU di Rujab Pangdam XIX Hasanuddin saat open house dan terabadikan keduanya salan punggawa. Dua tokoh ini dikenal sahabat karib dan memiliki hubungan emosional kental jauh hari.

IYL diketahui pernah memimpin FKPPI Sulsel selama 17 tahun dan ABU adalah pentolan FKPPI di Wajo. Pertemuan keduanya dikabarkan sebagai bentuk pengalihan dukungan dengan meninggalkan NH-Azis.

Menanggapinya, Golkar Sulsel yakini bila sikap politik Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru tidak mungkin menghianati partai yang telah membesarkanya.

Sebelum pertemuan IYL dan Burhanuddin Unru terlebih dulu sebagai tamu pertama Nurdin Halid (NH) hingga membuktikan bahwa Ketua Golkar Wajo itu sangat menghormati sosok NH.

“Pak Bupati Wajo itu, tamu pertama yang datang bersama istrinya. Kemudian disusul oleh tamu-tamu lainnya. Ketua Golkar Wajo itu memberikan kesan total untuk mendukung dan memenangkan NH-Aziz,” ungkap Muhammad Risman Pasigai,  Wakil Ketua  Bid. Organisasi dan Daerah DPD Golkar Sulsel, melalui rilis Sabtu malam (16/6/2018).

Bahkan, tulis Risman Pasigai, Bupati Wajo itu tak segan – segan untuk mengacungkan jari telunjuknya sebagai simbol dukungan kepada pasangan nomor urut satu itu pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel.

Selain menunjukkan kearabannya, Burhanuddin Unru juga menunjukkan totalitas dukungan dirinya kepada pasangan NH-Aziz. Burhanuddin Unru juga akan mengajak seluruh warga Kabupaten Wajo untuk bersatu memilih dan memenangkan NH-Aziz.

Burhanuddin Unru, dimata pengurus Golkar, sosok yang supel, ramah terhadap siapapun. Mirip dengan sosok dan karakter NH. Olehnya itu, kata Risman, wajar jika Burhanuddin dan NH tampak saling menghormati.

“Puang Bur bukan tipikal politisi penghianat, beliau taat azaz pada partai yang telah membesarkannya,” tegas politisi Golkar Sulsel asal Bulukumba itu.

“Jadi wajar kalau akrab sama siapa saja, termasuk dengan kandidat lain. Itu bentuk menghargai orang,” pungkasnya.

Komentar

News Feed