oleh

Kasihan, Nasib “Parcel” Habib Rizieq Makin Runyam

JAKARTA | Nasib SP3 Imam Besar Front Pembela Islam (FPI)  makin ruyam ini setelah kabar pihak istana akan melakukan pertemuan agar menemukan kebenar penebitan “Parcel” di hari lebaran buat Habub Rizieq Shihab tak terlaksana.

Hingga saat ini pervitan SP3 hanya diklaum sepihak oleh Habib Rizieq yang diunggah pada akun FB dan pernyataan di Fton TV (15/6). Namun fisik surat tersebut tak pernah dilihat.  

Sememtara pihak Istana masih belum bisa mengonfirmasi kebenaran tentang Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus dugaan konten pornografi di balik percakapannya dengan Firza Husein di aplikasi pesan singkat Whatsapp.

“Ya sebetulnya tadi pagi. Tapi insya Allah kalau tidak ada aral melintang nanti malam setelah salat Isya dengan izin Allah bisa mengabarkan tentang perkembangan mutakhir terkait dengan SP3 yang ramai dibicarakan,” kata Ngabalin kesejumlah media, Sabtu (16/6).

Ali Muchtar Ngabalin, Tenaga Ahli Staf Kepresidenan mengakui saat ini tidak dapat memberitahu lebih lanjut mengenai kepastian penerbitan SP3 sebab belum bertemu pihak-pihak berkepentingan.

Disampaikan Ngabalin, politikus Golkar asal Makassar ini,  pertemuan nanti malam, kata Ngabalin, bakal dilakukan bersama pemangku kuasa hukum, kuasa negara untuk luar negeri, serta bidang administrasi. Ia menyatakan tidak mengetahui detail tempat dan pertemuan Lepas dari itu.

Ngabalin membantah kabar SP3 Rizieq merupakan hal penting yang harus dibahas pemerintan sebab hal itu tidak disampaikan aparat hukum kepada pemerintah.

“Tidak ada urusannya dengan Istana. Yang penting masyarakat harus mendapat berita yang benar tentang SP3,” ucap Ali Muchtar Ngabalin. 

Bagaimanapun, kabar SP3 kasus percakapan mesum itu masih sebatas klaim sepihak dari Rizieq.
Polisi hingga berita ini diturunkan tak kunjung memberi klarifkasi. Korps Bhayangkara terkesan saling lempar tanggung jawab mengenai siapa yang berwenang memberi penjelasan soal kasus yang menjerat pentolan Front Pembela Islam (nl) 

Komentar

News Feed