oleh

7 WNA Terapung di Laut NTT Diamankan Imigrasi

-Daerah-2.093 views

KUPANG | Tujuh warga negara asing diduga akan kabur ke Australia ditemukan terapung di atas kapal diamankan petugas Imigrasi Kupang setelah diamankan polisi.

Oleh Polisi Air Udara (Pol Airud) Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menemukan mereka tidak memiliki dokumen perjalanan dan ditengarai ingin masuk ke Australia tapi gagal.

Petugas imigrasi Kanim Kupang akan melakukan identifikasi dan verifikasi terkait status kewarganegaraan, kronologis kejadian, motif, modus hingga pada penetapan pelanggaran keimigrasian yang dilanggar.

“Saat ini ketujuh imigran diamankan dan ditahan di Rumah Detenti Imigrasi Kupang, ” ujar Agung Sampurna,  Humas Ditjen Imigrasi lewat keterangan pers. 

Sementara ini data yang dapat dikumpulkan yaitu nama ketujuh WNA tersebut yaitu Wu Zheng Yin, Fang Min, Chen Chunlin, Fu Zedong, Liangyi Hu, Yin Guoguang, Zheng Min.

Polairud Polda NTT pada 14 Juni 2018 pkl 04.00 WITA telah mengamankan sebuah perahu tanpa nama yang mengangkut tujuh WNA laki-laki. Saat ditemukan dalam keadaan habis BBM di perairan Tablolong Kec Kupang Barat,  Kabupaten Kupang – NTT pada posisi 10° 20′ 694″ LS dan 123° 27′ 433″ BT.

Tiga anak buah kapal (ABK) asal Indonesia (WNI), meninggalkan mereka di tempat kejadian perkara dan melarikan diri dengan cara berenang.

Dugaan sementara ketujuh imigran dipulangkan paksa oleh otoritas Australia karena mencoba masuk secara ilegal menggunakan perahu dari wilayah Indonesia dengan bantuan tiga WNI.

Agung menyatakan saat ini kantor imigrasi Kupang mengamankan dan menahan ketujuh WNI di Rudenim Imigrasi Kupang untuk menunggu proses pemeriksaan selanjutnya.

Rudenim Kupang melakukan pemeriksaan fisik dan barang bawaan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan. Mereka telah ditempatkan di ruang detensi dan diberi kelengkapan standar.

Kapal yang digunakan disita sebagai barang bukti untuk keperluan penyidikan. Pihak imigrasi juga melakukan verifikasi data perlintasan WNA melalui Pusat Data Keimigrasian (Pusdakim) untuk mengetahui perlintasan dan paspor yang digunakan,

Selama menjalani proses penyelidikan ketujuh WNA akan ditahan sementara di Rudenim Kupang hingga ditetapkan Tindakan Keimigrasian yang akan dikenakan,” kata Agung Sampurno.

Komentar

News Feed