oleh

Miris! Pelayanan Penyebrangan BajoE Amburadul

-Daerah-2.113 views

BONE | Arus mufik lebaran sudah lewat dan sisa menunggu arus balik selesai. Hal ini menjadi tugas penting dalam mengantisipasi pergerakan manusia dan barang masa angkutan lebaran 2018 dengan harapan secara safety, security, Servicis terwujud.

Untuk memastikan hal tersebut, Kepala BPTD Wil. XIX Sulselbar melakukan sidak H+3 di pelabuhan Bira dan Bajoe sekaligus memastikan arus balik dan tingkat pelayanan kepada pengguna jasa penyebrangan terpenuhi.

“Memang saya jadwalkan hari ini karena penyebrangan Bajoe, Siwa dan Garongkong terjadi arus balik, sehingga H+3 pasti ramai dan perlu mendapat perhatian penuh terhadap pencapaian 3 S,” ujar Benny Nurdin Yusuf.

Berdasarkan hasil sidak, pria  penuh ketegasan ini sangat kecewa setelah melihat kenyataan di lapangan, secara security sangat longgar bahkan area steril yang tidak boleh ada penumpang dan kendaraan sudah dipenuhi dengan kendaraan, penumpang dan pedagang asongan.

“ Coba bayangkan kalau ada orang kecebur ke laut siapa tanggung jawab? Ini bahaya apalagi pedagang asongan mengaku membayar ke orang yang tak dikenal alias calo hingga dia bisa masuk, ada juga penumpang tidak punya tiket dan sudah membayar tapi tidak tahu siapa orangnya. Ini aneh pelabuhan penyebrangan tipe A ini bisa amburadul seperti ini? Gawat, ” ujar Benny .

Sementara beberapa petugas termasuk Syahbandar dan pihak ASDP mendampingi Kepala BPTD hanya heran dan memberikan alasan klasik karena pengaturan kendaraan dan penumpang memaksa masuk.

Padahal kapal yang akan mengangkut tiba nanti pada jam 01.00 dinihari. Apalagi cuaca yang tidak bersahabat hujan deras dan angin kencang sangat berbahaya bagi keberadaan penumpang di sekitar dermaga.

Dalam pantauan di lapangan ditemui juga beberapa penumpang dengan anak bayi 2 anak dan 1 anak umur 3 tahun kedinginan di Posko penjagaan sebelum memasuki areal steril.

Karena kondisi cuaca yang tidak bersahabat, Ka BPTD langsung mengevakuasi 2 anak bayi dengan menggunakan kendaraan dinasnya untuk dipindahkan ke ruang tunggu.

Benny merasa kasihan dan jadi catatan penting untuk tudak main main dengan pelayanan. ” Ini menjadi evaluasi kami, kalau safety dan security ini ranah Syahbandar dan Polisi tapi service uji adalah tugas BPTD dan ASDP,”ujar Benny.

“Saya minta kepada petugas untuk tidak main main dengan 3 S dalam pelayanan angkutan lebaran 2018 ini,” tambah Benny dengan nada tinggi.

Sementara sarana  darat, Benny masih menemukan seperti bus masih dijumpai pelanggaran tata cara pemuatan serta bus  dimodifikasi dengan meninggikan kap untuk dijadikan bagasi barang. Ironisnya lagi mobil bus ini dijejelai sepeda motor sampai 6 unit digandeng bersusun di belakang pantat bus.

Dari pantauan terlihat ada 7 bus diperiksa, data dan identitas kendaraan nampak telah diambil. “Besok saya akan rapatkan dengan Ditlantas untuk dilakukan penertiban, ini sangat berbahaya dan sudah keterlalaun, ini pelanggaran berat, ” masih kata Benny.

Diakuinya,  telah mengingatkan kepada sopir untuk tidak melakukan pengangkutan seperti ini karena masih terjadi,  Bennt berjanji akan menertibkan ini semua termasuk Truck yang tidak mau patuh terhadap ketentuan tata cara pemuatan dan over load.

Sebelum meninggalkan areal pelabuhan, Ka BPTD menginstruksikan kepada pihak PT ASDP untuk lebih care dan menempatkan petugas pengamanan termasuk dari TNI untuk memperketat areal steril agar terhindar dari orang orang tidak berkepentingan. (dewa)

Komentar

News Feed