oleh

BPTD Makin “Garang” Tertibkan Angkutan, Ini Contohnya

-Metro-1.622 views

MAKASSAR |  Tim Posko Terpadu Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) WIL.XIX Sulsel-Bar mendapati Bus Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) dijadikan mobil angkutan barang di Terminal Regional Daya (TRD) Makassar, Kamis 21 juni 2018.

Bus AKAP tersebut diketahui PO. Bintang Selamat dengan tujuan Kendari, Sulawesi Tenggara. Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perhubungan beserta seluruh anggota Tim Posko Terpadu TRD lakukan pemeriksaan dokumen kendaraan tersebut, ditemukan Ijin AKAP yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, telah berakhir sejak tahun 2012 lalu.

Saat pemeriksaan kendaraan lebih lanjut, pihaknya  temukan 1 unit Sepeda Motor tertutup terpal. Sebanyak 2 personil kepolisian diturunkan untuk melakukan pemeriksaan kendaraan dan dokumen sepeda Motor tersebut. Ternyata, dokumennya lengkap.

Penundaan keberangkatan pun dilakukan sampai pihak penyedia jasa angkutan menurunkan muatan barangnya dari atas dan belakang kendaraan tersebut.

PPNS Perhubungan, Rusliyadi, mengatakan pihaknya hanya memberikan efek jera karena masih dalam kegiatan Angkutan Lebaran 2018 sampai pada H+10. “Kami memberikan peringatan dengan membuat surat pernyataan, bila dikemudian hari ditemukan lagi, pasti kami tilang”. Kata Rusliyadi yang juga Staf BPTD Wil.XIX Sulsel-Bar.

Menurut Supir Bus PO.Bintang Selamat, Tola, menyatakan bila tidak memuat barang, maka biaya operasional mereka tidak akan mencukupi. “Saya hanya anak buah, cuma ikut perintah bos”. Ujar Tola, kesal.

Di tempat terpisah, Kepala BPTD Wil.XIX Sulsel-Bar, Benny Nurdin Yusuf, mengatakan, maraknya angkutan penumpang jenis Bus dgn pelayanan AKAP yg memuat barang diatas kap dan belakang pantat kendaraan adalah pelanggaran berat, melanggar ketentuan tata cara pemuatan. Bus diperbolehkan memuat barang sesuai bagasi yg tersedia, sehingga tidak dibenarkan melebih ruang bagasi yg disiapkan, jelas Benny

Benny melanjutkan, kondisi seperti ini sangat berbahaya terhadap keselamatan operasional kendaran itu sendiri dan pengguna jalan lainnya. Olehnya ini tidak bisa dibiarkan dan harus segara ditindaki.

“Saya sudah koordinasi dengan Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Sulsel, AKBP Reza Pahlevi untuk segera ditertibkan dan yang bandel segera dikandangkan alias dilarang beroperasi”. Tegas Benny

Sekitar 1 jam penurunan muatan barang pun selesai dilakukan oleh supir dan kru bus Bintang Selamat, akhirnya bus tersebut di ijinkan berangkat meninggalkan TRD. (Andi Dewa)

Komentar

News Feed