oleh

Vonis Mati Buat Sang Penebar Teror

JAKARTA | Aman Abdurrahman, pemimpin Jemaah Ansharut Daulah (JAD), divonis hukuman mati Majelis Hakim PN Jakarta Selatan (22/6). Usai mendengar putusan hakim, Aman terlihat langsung melakukan sujud syukur.

Aman melakukan sujud syukur sesaat setelah Ketua Majelis Hakim Akhmad Jaini menjatuhkan putusan hukuman mati. 

Hukuman dijatuhkan terhadap Aman sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum dengan pidana mati.
Hakim menyatakan Aman terbukti bersalah dalam kasus bom Sarinah, bom gereja Samarinda, hingga penusukan polisi di Bima, Nusa Tenggara Barat, serta serangan teror lain di Indonesia selama kurun sembilan tahun terakhir.

Hakim Akhmad menyatakan Aman terbukti melanggar dakwaan Pasal 14 juncto Pasal 6 dan Pasal 15 juncto Pasal 7 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Menurut dia, tidak ada alasan yang dapat meringankan hukuman buat Aman. Aman juga terbukti sebagai penggerak kelompok radikal.


Hakim menyatakan tidak ada hal-hal yang bisa meringankan hukuman Aman. Mereka juga berpendapat Aman adlah ideolog dan tetap bisa terhubung dan menjadi penggerak pengikut kelompok radikal untuk menggelar aksi teror, meski dia dipenjara. Selepas pembacaan vonis, Aman menyatakan tidak mengajukan banding. 

Komentar

News Feed