oleh

IYL – Cakka Dinilai Intervensi KPU Sulsel, Ini Penyebabnya

MAKASSAR | Ide pasangan IYL-Cakka memberikan plester bening di formolir C1 dan C2 untuk menghindari kecurangan di Pilgub Sulsel dinilai bentuk intervensi ke KPUD.  Ada keraguan jangan sampai maling teriak maling.

Pasangan PunggawaMacakka mencium ada modus kecurangan di Pilgub Sulsel,  dengan motif penggunaan “pulpen ajaib” digunakan pada perhitungan suara. Pasangan ini lantas menyurati KPU Sulsel agar mewaspadai kecurangan.

Selain ke KPU Sulsel, IYL-Cakka juga menurati Paslon NH-Azis dengan mengajak mewaspadai kecurangan Paslon lain. Surat itu, berisi permintaan agar petugas TPS menempelkan plaster bening pada tulisan prolehan suara paslon di formulir C1 dan C2.

Surat IYL-Cakka ini mendapat sambutan positif  jika benar tulus dilakukan. “Saya menyambut baik, mudah-mudahan itu tulus,” kata Nurdin Halid dalam konferensi pers di posko pemenangannya, di Jalan Mappala. Niat baik itu belum tentu tulus. Dalam politik itu begitu, tambah mantan Ketua Umum PSSI itu. 

Nurdin Halid mengaku masih ragu dan tidak setuju dengan niat IYL-Cakka untuk menghindari kecurangan, dengan cara menempelkan plaster bening pada formulir C1 dan C2.

“Kami sebenarnya tidak setuju untuk memasang itu, karena itu pelanggaran. Itu diluar ketentuan. Kita harus percaya kepada penyelenggara,” ujar Ketua Golkar Sulsel ini.

Kecuali penyelenggara mengizinkan, ujar  Nurdin Halid,  itu hal yang baik tapi kalau mereka (KPU Sulsel) tidak setuju, kami juga tidak setuju,” pungkasnya.

Risman Pasigai, tim pemengan NH-Azis menganggap permintaan IYL-Cakka itu bagian dari ketidakpercayaannya terhadap KPU.

“IYL-Cakka jangan intervensi penyelenggara, jangan curigai penyelenggara. Saya kira itu tidak benar. Yang saya takutkan maling teriak maling,” ujar Risman, seperti dikutif dari Rakyatku. com. (ifa)

Komentar

News Feed