oleh

Kasus Danny Pomanto Diambil Alih Mabes Polri, Ini Penjelasan Pj. Gubernur Sulsel

MAKASSAR | Kasus diduga melilit Wali Kota Makassar berkaitan tudingan terlibat pemotong 30 persen sebagai fee,  kini diambil alih penyidikan Bareskrim Mabes Polri.

Beberapa pihak menilai jika penyisikan dIlakukan Bareskrim Polri akan memgganggu jalannya pelayanan Pemkot Makassar, ditanggapi Pj Gubernur Sulawesi Selatan, Soni Sumarsono dengan memberikan perhatian khusus proses pemerintahan.

Anggota Kehormatan KKSS ini mwmberi garansi jika pemerintahan di Makassar tetap berjalan lancar meski Wali Kota Danny Pomanto diduga terlibat dalam kasus pidana yang ditangani Bareskrim Mabes Polri tersebut.

Kasus dugaan pemberian fee 30 persen ke  Danny Pomanto berasal dari setiap angaran kegiatan sosialisasi di Kantor Kecamatan di Makassar.

Awalnya kasus dimaksud ditangani Direskrimsus Polda Sulsel, namun karena melibatkan wali kota sebagai saksi, akhirnya Bareskrim Polri mengambil alih kasus tersebut hingga gelar perkara diadakan di Jakarta.

Soni,  panggilan karib mantan penjabat Gubernur DKI ini yakin  Mabes Polri pasti punya pertimbangan yang lebih baik. Jika proses hukum dinilai akan mengganggu kerja sebagai Wali Kota Makassar adalah konsekuensi Danny Pomanto sendiri, ujarnya kepada media.

Penjabat Gubernur Sulsel ini menambahkan, jika saja Danny harus fokus mengikuti pemeriksaan di Jakarta, aktivitas pemerintahan bisa dilaksanakan oleh Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal.

Diketahui, saat Danny cuti Pilkada, Pemkot Makassar dikendalikan oleh Deng Ical selama kurang lebih tiga bulan.(Wik)

Komentar

News Feed