oleh

Panik, Hoax Menerjang Munafri “Appi” Arifuddin

-Politik-1.615 views

MAKASSAR | Tiga hari jelang ritual politik di laksanakan di Pilwali Makassar,  calon Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, diterjang isu hoks menyebar di sejumlah grup-grup sosial media, Minggu (24/6/2018).

Adalah kompasiana. com, port al Citizen Report memuat tulisan yang menyudutkan calon tunggal Wali Kota Makassar.

Gosip murahan  dialamatkan ke Munarfri “Appi” Arifuddin dengan memainkan isu jika dimainkan terkait tuduhan jika KPK telah menetapkan sebagai tersangka kasus korupsi.

Menepis tudingan miring itu,  enanggapi hal itu, Irfan Idham, juru bicara tim Appi Cicu menegaskan, hal itu adalah bentuk kepanikan dari pihak yang tak menginginkan Appi-Cicu memimpin kota Makassar.

“Hal ini terus mereka mainkan dan kembali mereka mainkan, padahal secara tegas kami sudah konfirmasi ke KPK bahwa dokumen yang beredar itu bukan milik KPK,” ujarnya saat dikonfirmasi jurnalis.

Irfan mengajak masyarak Makassar untuk lebih jeli lagi melihat kondisi. “Apalagi di momen masa tenang ini seharusnya semua pihak menghargai dan tak membuat gaduh pesta demokrasi kita, sebab yang rugi masyarakat Makassar itu sendiri akibat adanya niat-niat buruk dari kepentingan segelintir orang,” tuturnya.

Lebih lanjut Irfan pun mengungkapkan jika pihak Appi-Cicu telah mengantongi bukti-bukti penyebar berita hoks itu.

“Kami sudah kantongi nama-nama orang yang menyebarkan dan dalam waktu dekat akan kami laporkan sebagai bentuk pelanggaran,” tuturnya.

Sementara itu, Syafriadi Djaenaf, penggiat anti korupsidi daerah ini berharap agar masyarakat mempergunakan hak politik diberikan konstitusi. Fenomemena Kolom kosong, kata Syafriadi betul diatur pada PKPU tapi secara logika hukum sangat tidak masuk akal.

“Kepentingan siapa yang diwakili kolom kosong kalau ada pihak frustasi akibat proses tahapan Pilwali maka lebih elegan tidak memberikan hak suara daripada memilih kotak kosong,” ujarnya.  (Rani)

 

Komentar

News Feed