oleh

LSM MAPANKAN Bilang, Money Politic Hanya Bisa Beli Permen

-Daerah-1.368 views

GOWA- Ketua LSM Masyarakat Pemantau Anggaran dan Kinerja Aparatur Negara (MAPANKAN) Kabupaten Gowa serukan untuk tolak Money Politik.

Kita harus sepakat untuk mengatakan, “tidak”, kepada orang yang ingin menjadi pemimpin tetapi menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya, ujar Medi.

Momen pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, pemilihan Bupati dan Wakil Bupati serta pemilihan Walikota dan Wakil Walikota serentak di seluruh Indonesia adalah momentum untuk menolak mereka.

“Kita jangan bersedia dibayar Rp.100.000 hanya untuk memilih calon Gubernur dan Wakil Gubernur,” ujarnya Selasa (26/8/2018)

Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati serta Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota, saya coba uraikan kalau kita menerima money politic sebesar Rp.100.000 : 5 tahun = Rp.20.000.

Dan 1 tahun Rp.20.000 : 12 bulan = Rp.1.666, serta Rp.1.666 : 30 hari = Rp. 55.5, demikian yang diuraikan Medi, yang miris apabila pemilih mau tergoda dengan uang yang bernilai Rp.100 ribu.

Medi yang juga  Kader HMI ini, menjelaskan harga diri dari harga suara kita = Rp. 55.5/hari, lebih murah dari harga sebuah permen kembalian dari warung.

“Sementara orang yang memberi uang itu pasti akan mencari penggantinya dengan menjual sumber daya alam dan menggadaikan APBD selama 5 tahun,” uvapnya yang disampaikan pada kegiatan sosial di Desa Bontosunggu, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa.

Pastikan kita hadir dan berdaulat atas hak pilih kita besok, Rabu (27/6) nanti di TPS berdasarkan dengan hati nurani.

Mari jadikan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan , pemilihan Bupati dan Wakil Bupati serta pemilihan Walikota dan Wakil Walikota se Provinsi Sulawesi Selatan, lebih bermartabat dan terhormat dengan menolak money politc. (DM/Shanty)

Komentar

News Feed