oleh

Nurdin Abdullah, Besar Dipolitik Tanpa Partai

Ritual politik di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel,  telah usai dan hasil awal diketahui melalui quick count menempatkan ProfAndalan (Prof. Nurdin Abdullah dan AndI Sudirman Sulaiman) sebagai jawara di quick count dengan raihan 43,15 presen.

Prediksi kemenangan pasangan ini sidah banyak diketahui warga melalui survey. Terakhir,  dari delapan lembaga survey pasangan NA-ASS diunggukan lima duantaranya.

Pembuatan kerja-kerja ilmiah ini terbukti pada Rabu, 27 Juni 2018, sekaligus merupakan hari bersejarah bagi warga Sulawesi Selatan. Selama Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan dihelat, baru kali ini ada wakil dari Selatan menjadi pemimpin Sulsel untuk 5 tahun ke depan.

Bukan hanya itu, fenomena  lain yang terjadi adalah Nurdin Abdullah (NA) adalah penumbang politik dinasti. Sama dilakukan ketika peetama kali diminta menjadi bupati di Bantaeng.

Tahun 2008-2013, Nurdin Abdullah, mampu mengalahkan politik dinasti di Bantaeng yang saat itu dikuasai oleh keluarga Azikin Sultan bahkan NA “oppo” dengan menciptakan record kemenangan 87 persen pada periode kedua.

Hari ini terulang lagi, dimana Nurdin Abdullah maju sebagai Calon Gubernur Sulsel mampu menggunguli tiga kandidat lainnya, termasuk Ikhsan Yasin Limpo dikenal tak lain adalah adik kandung Syahrul Yasin Limpo yang merupakan mantan Gubernur Sulsel 2 periode.

Nurdin Abdullah dari kalangan akademisi yang besar dipolitik tanpa berpartai, ternyata mampu menumbangkan dinasti politik di Sulsel.

Sosok dirinya,  konsep ditawarkan serta kerja nyata di Bantaeng, membangun daerah terkecil di Sulsel ini ternyata mampu membuat masyarakat Sulsel menjadi terpikat dan memilihnya sebagai Gubernur Sulawesi Selatan.

Namun, rangkaian kemenangan NA-ASS lebih disebabkan pemilih di Sulsel memperliharkan sifat rasional tanpa mengacuhkan issu yang dilempar dan dikembangkan secara cerdas dan massif dari lawan politik. (RM)

Komentar

News Feed