oleh

Begini Penilaian “Gempur” Atas Sikap DP di Pilwali Makassar

-Politik-1.217 views

Makassar l Walau belum dikeluarkan realise soal kondisi Makassar oleh Kepolisian namun Pilkada Serentak 2018 dinilai sangat rawan kecurangan bahkan menimbulkan gangguan menyebabkan situasi bisa tidak kondusif. Beginilah gambaran Pilkada terjadi hari ini, khususnya di Pilkada Kota Makassar.

“Pilkada Makassar hanya mengusung calon tunggal ini malah seperti memerankan skenario kecurangan terbesar dalam Pilkada tahun ini”, ungkap Adi Kanzas selaku Ketua Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (GEMPUR).

Bagaimana tidak, ujar Adi Kanzan,  ketika Wali Kota sendiri diduga melakukan intervensi secara massif kepada masyarakat untuk memilih “kolom kosong” dalam pilkada. Hal ini terindikasi dengan beberapa momentum yang terjadi jelang pemilihan di Kota Makassar.

Menurut pentolan “Gempur” itu,  kecurigaan mulai muncul saat acara halal bilhalal yang dilakukan oleh Walikota Makassar dengan mengumpulkan seluruh ketua RT/RW.

Kemudian secara tiba-tiba melakukan mutasi terhadap beberapa Camat di Kota Makassar tanpa adanya pembuktian kesalahan diduga rangkaian strategi Wali Kota Danny Pomanto.

Paling anyar sikap Danny Pomanto saat sujud syukur  ketika mendengar “kolom kosong” menang dalam quick count hasil survey dari beberapa lembaga survey.

“Dan beberapa informasi dari masyarakat ketika Walikota sendiri mengkampanyekan untuk memilih “kolom kosong”, ujar Adi Kanzas.

Dari beberapa hal tersebut di atas itu kemudian memunculkan tanya besar atas sikap yang tidak semestinya dilakukan Wali Kota Danny Pomanto selaku  yang masih menjabat.

Sebagai Wali Kota Makassar,  gelagat ini berlawanan sikap apa yang semestinya dilakulan dengan tetap bersikap netral sejak dalam proses Pilkada yang berlangsung. Walau sebelumnya,  Danny didiskualifikasi.

“Jelas saja ini sangat mempengaruhi kondisi pilkada hari ini, dan hal ini sangat membantu dalam mendongkrak suara “kolom kosong” di Makassar,” teriak Adi Kanzas.

Jadi wajar saja ketika hasil survey dalam quick qount “kolom kosong” menang, karena adanya keterlibatan Walikota langsung dalam hal ini. Sungguh sangat disayangkan apabila hal ini benar terjadi, tambah Adi Kanzas, Ketua GEMPUR.(*)

Komentar

News Feed